Ramai Berita Positif, Wall Street Rebound Tajam

Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil bangkit dari pelemahannya dan ditutup naik tajam pada perdagangan Rabu (4/9/2019), didongkrak sejumlah sentimen positif.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 September 2019  |  06:51 WIB
Ramai Berita Positif, Wall Street Rebound Tajam
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil bangkit dari pelemahannya dan ditutup naik tajam pada perdagangan Rabu (4/9/2019), didongkrak sejumlah sentimen positif.

Selain data ekonomi yang kuat dari China, meredanya ketegangan di Hong Kong dan persetujuan anggota parlemen Inggris tentang undang-undang untuk menunda Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) memberi kelegaan kepada investor yang khawatir dengan pertumbuhan global.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 berakhir menanjak 1,08 persen atau 31,51 poin di level 2.937,78, indeks Nasdaq Composite naik tajam 1,3 persen atau 102,72 poin ke level 7.976,88, dan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,91 persen atau 237,45 poin di posisi 26.355,47.

Pada Rabu (4/9), anggota parlemen di majelis rendah Parlemen Inggris memberikan suara untuk menyetujui undang-undang yang dirancang untuk mencegah pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson membawa Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

Bursa saham AS pun dibuka di posisi lebih tinggi dan terus naik setelah data menunjukkan aktivitas di sektor jasa China berekspansi dengan laju tercepat dalam tiga bulan pada Agustus.

Hal tersebut memberikan dorongan bagi negara berekonomi terbesar kedua di dunia itu, yang telah berjuang untuk membalik kemerosotan yang berkepanjangan pada sektor manufaktur.

Pada hari yang sama, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam akhirnya mencabut RUU ekstradisi yang telah menyulut aksi protes keras dan kerusuhan dalam sekitar tiga bulan terakhir.

“Ada kelegaan bahwa ketegangan di Hong Kong mereda,” ujar Brian Battle, direktur perdagangan di Performance Trust Capital Partners. “Tindak lanjut itu dan minimnya pemberitaan buruk membuat pasar melayang lebih tinggi.”

Sehari sebelumnya, investor berbondong-bondong menghindari pasar ekuitas setelah data menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufaktur AS pada bulan Agustus dan setelah putaran baru tarif oleh Washington dan Beijing terhadap impor masing-masing mulai berlaku pada 1 September.

“Sebagian pesimisme yang kita mulai bulan ini sedikit berkurang,” ujar Chris Zaccarelli, kepala investasi di Independent Advisor Alliance, mengacu pada kombinasi faktor positif termasuk data China, progres Brexit, dan perkembangan Hong Kong.

"Apa pun yang terjadi yang mungkin dapat menggagalkan Brexit tanpa kesepakatan adalah kabar positif untuk saham,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank New York, John Williams, mengatakan ekonomi AS tampak berada di tempat yang baik. Ia juga mengatakan siap untuk "bertindak sebagaimana mestinya" guna membantu menghindari kondisi penurunan.

Beige Book Federal Reserve yang dirilis pada Rabu (4/9) menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh pada kecepatan moderat dalam beberapa pekan terakhir, dengan manufaktur terdampak perlambatan global sementara pembelian konsumen memberi sinyal beragam.

Saham-saham teknologi memberi dorongan terbesar di antara 11 sektor utama S&P dengan kenaikan 1,7 persen. Di sisi lain, kesehatan menjadi sektor paling lesu dengan kenaikan hanya 0,01 persen untuk hari itu.

Pergerakan Bursa Wall Street 4 September
IndeksLevel

Perubahan (Persen)

Dow Jones26.355,47+0,91
S&P 5002.937,78+1,08
Nasdaq7.976,88+1,3

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wallstreet, wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top