Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akuisisi Dongkrak Produksi CPO Dharma Satya Nusantara (DSNG)

Berdasarkan data perseroan, produksi CPO Dharma Satya Nusantara pada 6 bulan pertama tercatat sebesar 262.000 ton, naik 40 persen dibandingkan dengan semester I/2018.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 10 September 2019  |  11:51 WIB
Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara (DSN) Tbk. Andrianto Oetomo memberikan paparan dalam paparan publik DSN, di Jakarta, Senin (2/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara (DSN) Tbk. Andrianto Oetomo memberikan paparan dalam paparan publik DSN, di Jakarta, Senin (2/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Volume produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) PT Dharma Satya Nusantara Tbk. terdorong oleh dua anak usaha yang baru diakuisisi pada akhir 2018.

Head Corporate Communications Department Dharma Satya Nusantara Supriyadi Jamhir mengatakan segmen perkebunan sawit berkontribusi sekitar 80% terhadap pendapatan perseroan. Sisanya, sekitar 20% didapatkan dari segmen perkayuan.

Supriyadi mengatakan produksi CPO meningkat untuk mengkompensasi harga yang lesu.

“Harga memang turun tapi produksi CPO kami naik sepanjang semester I/2019 dibandingkan semester I/2018. Apalagi ada tambahan dari dua entitas baru,” katanya kepada Bisnis, Senin (9/9/2019).

Pada akhir 2018, emiten bersandi saham DSNG itu mengakuisisi dua perusahaan perkebunan sawit, yakni PT Bima Palma Nugraha (BPN) dan PT Bima Agri Sawit (BAS). Dari keduanya, total kebun yang sudah menghasilkan sekitar 96.118 hektare, dengan rata-rata usia tanaman 9,3 tahun.

Berdasarkan data perseroan, produksi CPO Dharma Satya Nusantara pada 6 bulan pertama tercatat sebesar 262.000 ton, naik 40 persen dibandingkan dengan semester I/2018. Adapun, volume penjualan CPO pada semester I/2019 meningkat 61 persen secara tahunan menjadi 301.000 ton.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan produksi CPO menyusul makin luasnya area kebun yang menghasilkan.

Sampai dengan paruh pertama 2019, DSNG membukukan penjualan Rp2,6 triliun, naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp2,12 triliun. Menurut Supriyadi, kenaikan pendapatan dipicu oleh meningkatnya volume penjualan CPO.

Di sisi lain, rata-rata harga penjualan CPO turun 18% dari Rp7,8 juta per ton pada semester I/2018 menjadi Rp6,4 juta per ton pada semester I/2019.

Sementara itu, Direktur Utama Perseroan, Andrianto Oetomo mengatakan perseroan sedang melakukan program revitalisasi untuk dua kebun yang baru diakuisisi pada Desember 2018 yang lalu masih berlangsung dan belum memberikan hasil yang optimal.

“Kedua kebun baru tersebut telah menyumbang 13% dari penjualan dari segmen usaha kelapa sawit,” ungkapnya.

Sepanjang tahun berjalan 2019, saham DSNG terkoreksi 19,51%. Pada akhir perdagangan Senin (9/9/2019), DSNG ditutup di level Rp330 per saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo dharma satya nusantara
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top