Kurangi Impor, India Undang Asing Investasi di Pertambangan Batu Bara

Permintaan batu bara India diperkirakan akan meningkat seiring dengan penambahan pembangkit listrik dan pabrik baja baru.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  18:06 WIB
Kurangi Impor, India Undang Asing Investasi di Pertambangan Batu Bara
Operator mengoperasikan alat berat di terminal batu bara Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Rabu (9/1/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA – India bakal membuka 100% investasi asing langsung dalam penambangan dan penjualan batu bara di Negeri Hindustan menyusul rencana negara tersebut mengurangi impor komoditas energi tersebut.

Seperti dikutip Bloomberg, Kamis (29/8/2019), Menteri Perdagangan India Piyush Goyal mengatakan hal tersebut pada Rabu (28/8/2019) waktu setempat. Gagasan itu merupakan bentuk akhir reformasi yang dikenalkan Goyal sebagai menteri batu bara pada 2014.

Lewat kebijakan tersebut, penambang asing nantinya bisa meningkatkan produksi dan mengurangi lonjakan impor batu bara India. Selama ini, negara tersebut memang menjadi importir terbesar kedua batu bara dunia, setelah China.

Menurut perkiraan para analis Emkay Global Financial Services Ltd. dengan dibukanya sektor tersebut untuk perusahaan swasta, baik India maupun asing, bisa mengurangi monopoli produsen batu bara Coal India Ltd.

Permintaan batu bara India diperkirakan akan meningkat seiring dengan penambahan pembangkit listrik dan pabrik baja baru. Hal itu menjadikan India sebagai titik terang bagi penambang batu bara di dunia.

Namun, kesulitan dalam mendapatkan izin, keterlambatan pembebasan lahan, dan kekurangan kereta pengangkut menjadi hambatan bagi penambang asing di India.

Kurangi Impor

Analis Emkay Vishal Chandak mengatakan, butuh waktu lama untuk menciptakan iklim yang kompetitif, mengingat dominasi Coal India di industri batu bara domestik begitu kuat.

“Setelah batu bara ditambang, penambang baru harus bersaing dengan harga Coal India untuk menjual atau menandatangani kontrak jangka panjang untuk dijual,” katanya.

Perusahaan tambang milik negara itu memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan dengan perusahaan lain karena mendapat tambang secara gratis, sementara yang lain harus berpartisipasi dalam pelelangan untuk mendapatkan akses, sehingga meningkatkan biaya mereka.

Sebelumnya, Kementerian Batu Bara India tengah mempersiapkan rencana pengurangan impor bahan bakar tersebut, setidaknya sepertiga selama 5 tahun ke depan. Sebab negara di Asia Selatan ini akan mengandalkan produksi batu bara dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Menurut orang-orang yang mengetahui persoalan tersebut, impor batu bara India terlihat turun di bawah 150 juta ton pada Maret 2024, turun dari 235,2 juta ton pada tahun lalu.

Untuk memenuhi tujuan pengurangan impor ini, BUMN tambang India tersebut ditargetkan bakal meningkatkan produksi tahunan menjadi 880 juta ton pada 2024.

Perdana Menteri Narendra Modi ingin memperluas perekonomian negaranya menjadi US$5 triliun pada 2024, dari US$2,8 triliun saat ini. Pengurangan impor energi dan pemanfaatan sumber daya domestik adalah kunci untuk mencapai tujuan itu.

Rencana pengurangan impor juga menunjukkan pergeseran bertahap negara Asia Selatan tersebut dari batu bara untuk memerangi polusi udara yang mematikan, yang dihadapi jutaan orang India.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
india, batu bara

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top