Mirae Asset Sekuritas : Harga SUN Berpotensi Menguat, Tetap Cermati Data Neraca Transaksi Berjalan

Meskipun ada sejumlah faktor eksternal yang bisa menyokong penguatan Surat Utang Negara (SUN), tapi sentimen internal dapat menghambat pergerakan harga.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  09:27 WIB
Mirae Asset Sekuritas : Harga SUN Berpotensi Menguat, Tetap Cermati Data Neraca Transaksi Berjalan
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) menguat pada perdagangan Jumat (9/8/2019), disokong oleh sentimen eksternal.

Dalam riset hariannya, Jumat (9/8), analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan harga SUN di pasar sekunder akan terkerek naik karena tiga sentimen positif dari eksternal.

Pertama, meredanya ketidakpastian pasar modal global. Hal itu terlihat dari indeks volatilitas Chicago Board Options Exchange (CBOE) VIX yang turun sebesar 13,14 persen menjadi 16,91 poin.

Dia menuturkan penurunan itu memicu masuknya dana asing ke pasar berkembang, terutama ke Indonesia karena India, Thailand, dan Filipina telah memangkas suku bunganya.

"Meredanya ketidakpastian pasar modal global yang tercermin dari turunnya CBOE VIX sebesar 13,24 persen ke kisaran 16,91 poin berpotensi mendorong berlanjutnya capital inflow ke negara emerging markets termasuk Indonesia," ujar Dhian.

Kedua, potensi apresiasi yuan sehingga mengakibatkan apresiasi rupiah terhadap dolar AS sehingga berimbas pada kenaikan harga SUN. Apresiasi yuan pada perdagangan hari ini dipicu oleh rilis data neraca dagang, ekspor, dan impor China yang rencananya dirilis hari ini.

Adapun surplus neraca dagang China diperkirakan menembus US$45,05 miliar atau melampaui ekspektasi pasar, yang sebesar US$42,64 miliar.

"Potensi apresiasi yuan pada perdagangan hari ini, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga SUN melalui apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," terangnya.

Terakhir, sentimen positif berasal dari surplus neraca dagang Jerman yang bakal dirilis pada siang ini. Dari rilis data tersebut, surplus neraca dagang Jerman diperkirakan menyentuh 17,63 miliar-18,65 miliar euro atau lebih rendah dari ekspektasi pasar, yang berada di kisaran 19,5 miliar euro.

Data itu, lanjut Dhian, bakal memicu pelemahan yield surat utang Jerman. Menurutnya, turunnya imbal hasil surat utang Jerman akan diikuti dengan turunnya yield SUN, yakni melalui transmisi apresiasi yuan dan rupiah sehingga menciptakan tren kenaikan harga SUN pada perdagangan hari ini.

Kendati demikian, Dhian menyebut masih terdapat risiko penurunan dari rilis neraca transaksi berjalan pada sore ini. Dia memperkirakan defisit berada di level US$7,68 miliar-US$7,85 miliar. Angka ini lebih rendah dari konsensus pasar sejauh ini, yang sebesar US$8,29 miliar.

"Meski secara umum katalis global cenderung positif, tapi investor perlu mewaspadai downside risk dari rilis data neraca transaksi berjalan domestik per kuartal II/2019, kemungkinan rilis sore hari," tambah Dhian.

Dengan mempertimbangkan seluruh sentimen tersebut, investor direkomendasikan melakukan aksi buy beberapa seri seperti FR0081, FR0082, FR0078, FR0080, FR0068, dan FR0079. Alasannya, untuk memanfaatkan transaksi jangka pendek dari proyeksi kenaikan harga SUN.

Untuk transaksi jangka panjang, investor disarankan melakukan aksi hold hingga buy beberapa seri SUN. Seri SUN yang bisa menjadi perhatian yakni FR0082, FR0070, FR0078, FR0068, FR0080, FR0079, FR0059, FR0074, FR0072, FR0075, dan FR0065. Seri SUN lain yang patut dicermati yakni PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS015.

"Seiring dengan proyeksi adanya tren kenaikan harga SUN hari ini, kami merekomendasikan buy bagi investor yang memiliki orientasi intraday trading maupun short-term trading," ucapnya.

Berikut beberapa seri SUN acuan serta imbal hasilnya:

FR0077 (5 tahun): 105.20 (6.82%) – 105.75 (6.69%)
FR0078 (10 tahun): 106.45 (7.31%) – 107.35 (7.19%)
FR0068 (15 tahun): 105.90 (7.69%) – 107.00 (7.57%)
FR0079 (20 tahun): 104.80 (7.89%) – 105.75 (7.80%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surat utang negara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top