Saham & Pendapatan Siloam Hospitals (SILO) Kompak Menguat

Siloam membukukan pendapatan Rp3,37 triliun pada semester I/2019 naik 18,66% dari posisi Rp2,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  13:35 WIB
Saham & Pendapatan Siloam Hospitals (SILO) Kompak Menguat
Petugas medis menunjukkan cara kerja alat untuk mengangkat dan memindahkan pasien penyakit stroke saat peresmian pelayanan dan kunjungan media di Rumah Sakit Siloam, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa, (18/7). - ANTARA/Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten rumah sakit Grup Lippo, PT Siloam International Hospitals Tbk. membukukan kenaikan kinerja fundamental dan pertumbuhan harga saham sepanjang tahun berjalan 2019.

Berdasarkan data Bloomberg, saham emiten berkode SILO itu naik 77,58% secara year-to-date hingga akhir sesi I perdagangan Kamis (8/8/2019) ke level Rp6.375 per saham. SILO bergerak di kisaran Rp3.200-Rp6.550 sepanjang tahun berjalan 2019.

Di sisi kinerja, Siloam membukukan pendapatan Rp3,37 triliun pada semester I/2019 naik 18,66% dari posisi Rp2,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan SILO bersumber dari pendapatan rawat inap Rp2,01 triliun dan rawat jalan Rp1,36 triliun.

Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp4,89 miliar per Juni 2019. SILO dari posisi sebelumnya yakni rugi bersih Rp25,05 miliar pada semester I/2018.

Presiden Direktur Siloam Ketut Budi Wijaya mengatakan perseroan telah memberikan peningkatan yang berkelanjutan pada pendapatan dan earnings before interest, tax, depreciation, and amortization (EBITDA) sejak kuartal I/2019.

“Margin EBITDA terus membaik dikarenakan manajemen biaya yang teliti. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan dari aset yang ada, yang dipimpin oleh tim manajemen yang profesional, sudah mulai membuahkan hasil,” katanya dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Sebagai informasi, EBITDA SILO pada kuartal II/2019 tercatat Rp211 milyar atau lebih tinggi 41,8% dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Margin EBITDA pun membaik menjadi 16,8% dari 14,2% pada kuartal II/2018. Ketut menyebut peningkatan margin disebabkan oleh peningkatan pendapatan yang lebih besar dari fixed cost dan program manajemen biaya yang baik.

Kontribusi pendapatan dari ketiga payee groups (Out of Pocket, Corporate & Insurance dan BPJS) terus meningkat dengan Corporate & Insurance menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan sebesar 39,6% dari keseluruhan pendapatan di 2Q19.

Segmen Corporate & Insurance pun tumbuh lebih tinggi dari payee groups lainnya sebesar 24,1% pada kuartal II/2019 dibandingkan dengan kuartal II/2018 menjadi Rp661 milyar.

Segmen Out of Pocket bertumbuh sebesar 16,4% pada kuartal II/2019 dibandingkan dengan kuartal II/2018 menjadi Rp659 milyar. Pendapatan dari BPJS meningkat 14,6% pada kuartal II/2019 dibandingkan dengan kuartal II/2018 menjadi Rp346 milyar.

Selain itu volume pasien juga meningkat secara keseluruhan dibandingkan dengan kuartal II/2018. Volume Kunjungan Rawat Inap meningkat sebesar 20,3% menjadi 59.314 pasien, volume Kunjungan Rawat Jalan meningkat sebesar 12,4% menjadi 636.068 pasien dan volume Kasus Gawat Darurat meningkat sebesar 20,1% menjadi 87.838 pasien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lippo group, siloam

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top