Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mei 2019, SMR Utama (SMRU) Realisasikan Volume Overburden Removal 12,39 Juta Bcm

PT SMR Utama Tbk. merealisasikan volume pengupasan lapisan penutup batu bara atau overburden removal 12,39 juta bank cubic meter sampai dengan Mei 2019.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  16:13 WIB
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT SMR Utama Tbk. merealisasikan volume pengupasan lapisan penutup batu bara atau overburden removal 12,39 juta bank cubic meter sampai dengan Mei 2019.

Corporate Secretary SMR Utama Ricky Kosasih menuturkan volume overburden removal (OB) perseroan sebanyak 12,39 juta bank cubic meter (bcm) pada Januari 2019—Mei 2019. Menurutnya, realisasi itu turun 2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sebaliknya, volume produksi batu bara atau coal getting perseroan tercatat sebanyak 1,24 juta ton per akhir Mei 2019. Pencapaian itu tersebut diklaim tumbuh 28% secara tahunan. “Faktor yang menyebabkan [realisasi operasional sampai Mei 2019] lebih karena kondisi pit yang dikerjakan,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (25/6/2019).

Saat ini, Ricky menyebut perseroan masih menunggu tanda tangan untuk kontrak baru dari PT Berau Coal Tbk. untuk situs Sambarata. Proses tersebut sempat terpotong oleh libur Lebaran 2019.

Sebelumnya, dia memaparkan bahwa entitas anak,  PT Ricobana Abadi, ditunjuk sebagai salah satu kontraktor di situs Sambarata milik PT Berau Coal Tbk. Nilai kontrak baru tersebut kurang lebih di 100 juta bank cubic meter untuk periode 4 tahun — 5 tahun.

Emiten berkode saham SMRU itu membidik volume OB sekitar 30 juta bcm pada 2019. Adapun, volume coal getting ditargetkan sebanyak 3,3 juta ton.

SMRU melaporkan pendapatan usaha Rp171,71 miliar pada kuartal I/2019. Realisasi itu naik tipis dari Rp170,89 miliar pada kuartal I/2018. Kendati demikian, perseroan tercatat membukukan rugi bersih Rp32,63 miliar pada akhir Maret 2019. Posisi itu bertambah dari Rp26,62 miliar pada kuartal I/2018.

Menurut Manajemen SMRU, pendapatan saat ini 100% masih berasal dari cucu usaha PT Ricobana Abadi (RBA). Dengan demikian, emiten berkode saham SMRU itu masih fokus di bisnis kontraktor pertambangan.

Seperti diketahui, RBA menyediakan jasa penambangan batu bara open pit dan jasa operasional penambangan untuk produsen komoditas itu di Indonesia. Layanan utama RBA yakni pengupasan tanah, penyewaan alat berat, dan pengangkutan batu bara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten pt smr utama tbk
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top