Semester I/2019, SMR Utama (SMRU) Proyeksikan Realisasi Volume OB dan Coal Getting 49 Persen

PT SMR Utama Tbk. memproyeksikan dapat merealisasikan 49% dari target tahun ini untuk volume pengupasan lapisan penutup atau overburden removal batu bara pada semester I/2019.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  16:32 WIB
Semester I/2019, SMR Utama (SMRU) Proyeksikan Realisasi Volume OB dan Coal Getting 49 Persen
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA — PT SMR Utama Tbk. memproyeksikan dapat merealisasikan 49% dari target tahun ini untuk volume pengupasan lapisan penutup atau overburden removal batu bara pada semester I/2019.

Corporate Secretary SMR Utama Ricky Kosasih menuturkan volume overburden removal (OB) perseroan mencapai 9,6 juta bank cubic meters (bcm) pada April 2019. Sementara itu, produksi batu bara atau coal getting yang direalisasikan sebanyak 959.000 ton sampai dengan periode tersebut. “Dari sisi volume OB turun lebih kurang 3% sedangkan dari coal getting naik 25% jika dibandingkan dengan 2018,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (27/5/2019).

Ricky mengatakan tidak faktor khusus yang memengaruhi kinerja operasional sampai dengan April 2019. Menurutnya, realisasi sesuai dengan mine plan. 

Dia menyatakan masih optimistis dengan capaian kinerja operasional sampai dengan semester I/2019. “[Realisasi] lebih kurang di 49% untuk volume OB dan coal getting [semester I/2019],” imbuhnya.

Ricky menuturkan perseroan membidik volume OB sekitar 30 juta bcm pada 2019. Adapun, volume coal getting ditargetkan sebanyak 3,3 juta ton.

Pada kuartal I/2019, emiten berkode saham SMRU itu melaporkan pendapatan usaha Rp171,71 miliar. Realisasi itu naik tipis dari Rp170,89 miliar pada kuartal I/2018.

Kendati demikian, perseroan tercatat membukukan rugi bersih Rp32,63 miliar pada akhir Maret 2019. Posisi itu bertambah dari Rp26,62 miliar pada kuartal I/2018.

Menurut Manajemen SMRU, pendapatan saat ini 100% masih berasal dari cucu usaha PT Ricobana Abadi (RBA). Dengan demikian, emiten berkode saham SMRU itu masih fokus di bisnis kontraktor pertambangan.

Seperti diketahui, RBA menyediakan jasa penambangan batu bara open pit dan jasa operasional penambangan untuk produsen komoditas itu di Indonesia. Layanan utama RBA yakni pengupasan tanah, penyewaan alat berat, dan pengangkutan batu bara.

Dalam laporan tahunan 2018 SMRU, disebutkan bahwa pendapatan bersih RBA berasal dari pengupasan tanah dan jasa pengangkutan batu bara.

RBA merupakan anak usaha PT Ricobana dengan kepemilikan saham 99,99%. Sementara itu, SMRU mengempit kepemilikan saham 99,99% di Ricobana.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, pt smr utama tbk

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup