Pasar Obligasi Menguat Terbatas Jelang Lelang Sukuk Negara

Pagi ini, Selasa (28/5/2019), pasar obligasi diperkirakan  dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas seiring dengan adanya lelang surat utang hari ini.
Anitana Widya Puspa | 28 Mei 2019 09:22 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Pagi ini, Selasa (28/5/2019), pasar obligasi diperkirakan  dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas seiring dengan adanya lelang sukuk negara hari ini.

Direktur riset dan investasi Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan bahwa keterbatasan datang dari adanya lelang yang mungkin akan dijadikan kesempatan untuk mendapatkan obligasi dengan kupon dan imbal hasil yang menarik. 

Selain itu, situasi dan kondisi global kian tidak menentu semakin membebani para pelaku pasar dan investor global. "Kami merekomendasikan buy hari ini dengan volume kecil, dan tetap cermati sentimen global," jelasnya melalui riset, Selasa (28/5/2019).

Pasar obligasi masih mengalami kenaikan kendati tampaknya penguatan itu mulai terbatas untuk obligasi 5 tahun dan 10 tahun.  Namun, masih ada gairah kenaikkan untuk obligasi 15 tahun dan 20 tahun. Setidaknya, situasi dan kondisi dalam negeri saat ini sudah mulai kembali normal. 

Hal inilah yang menjadi bekal bagi pasar modal dalam negeri untuk menghadapi situasi dan kondisi global yang semakin tidak menentu hari demi hari. 

Dimulai dari pertemuan antara Amerika dan Jepang, dengan tujuan kunjungan kenegaraanTrump bersama Shinzo Abe. Trump menyampaikan bahwa kesepakatan dagang dengan Jepang tidak akan terjadi sampai pemilihan majelis di Jepang pada Juli selesai. 

Jepang menjaga agar Trump bisa  bermurah hati supaya dapat menghindari tarif mahal dan berusaha untuk mempertahankan hubungan yang positif dengan sekutu.

Sementara itu, China ingin membuat kesepakatan, tetapi Amerika belum siap untuk membuat kesepakatan. Trump juga mengatakan bahwa, tarif Amerika untuk barang barang China bisa naik dengan besar dan mudah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top