Ketegangan Domestik Mereda, Harga SUN Berpotensi Menguat

Pada perdagangan hari ini, Senin (27/5/2019), MNC sekuritas memproyeksikan harga surat utang negara (SUN)  cenderung bergerak menguat. 
Anitana Widya Puspa | 27 Mei 2019 09:11 WIB
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Pada perdagangan hari ini, Senin (27/5/2019), MNC sekuritas memproyeksikan harga surat utang negara (SUN)  cenderung bergerak menguat. 

Analis MNC Sekuritas I Made Adi Saputra menilai penguatan harga tersebut didorong oleh tren positif penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akibat meredanya ketegangan politik yang terjadi di dalam negeri. Selain itu, juga tingginya permintaan domestik di tengah lemahnya ekspor dan impor global akibat sentimen perang dagang antara Amerika dan China. 

Sementara itu, para pelaku pasar juga masih akan menantikan rilis data ekonomi global di mana pada akhir bulan ini, Kamis, 30 Mei 2019 akan disampaikan data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal I/2019. Sementara itu, dari Kawasan regional, para pelaku pasar akan menantikan data indeks manufaktur China Mei 2019 yang  diperkirakan akan mengalami kontraksi. 

Dengan kondisi tersebut dia menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN dengan melakukan strategi trading memanfaatkan momentum kenaikan hargadi pasar sekunder. 

"Kami masih merekomendasikan SUN sebagai portofolio trading seperti seri FR0053, FR0061, FR0035, FR0063, FR0070, FR0056, dan FR0059," jelasnya, Senin (27/5/2019).

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, harga SUN mengalami kenaikan yang didukung oleh tren positif penguatan nilai tukar mata uang rupiah serta meredanya ketegangan politik yang terjadi di dalam negeri.

Harga SUN mengalami kenaikan pada sebagian besar serinya hingga sebesar 30 bps yang mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil hingga sebesar 4 bps. Adapun untuk SUN yang bertenor pendek (1-4 tahun) mengalami rata—rata kenaikan harga sebesar 4,3 bps yang mengakibatkan terjadinya penurunan tingkat imbal hasil sebesar 1,6 bps. 

Sementara itu, untuk harga SUN bertenor menengah (5-7 tahun) mengalami kenaikan mencapai 21,5 bps yang berdampak pada penurunan tingkat imbal hasil hingga 5,3 bps. Selanjutnya, untuk SUN dengan tenor panjang (di atas 7 tahun) didapati penurunan tingkat imbal hasil hingga sebesar 14,1 bps setelah adanya peningkatan harga yang mencapai 117 bps.

Harga SUN pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup dengan mengalami kenaikan sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan tingkat imbal hasil. Kenaikan harga tersebut didukung oleh tren positif penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta meredanya ketegangan politik di dalam negeri yang mengalami puncaknya pada tanggal 21-22 Mei 2019 kemarin.

Selain itu, adanya upaya para pelaku pasar untuk memperbaiki kinerja portofolio pada Mei 2019 akan turut mendorong kenaikan harga SUN di pasar sekunder. Hal ini terindikasi dari volume perdagangan pada perdagangan kemarin yang meningkat dari volume perdagangan sebelumnya.

Secara keseluruhan, pergerakan harga SUN pada perdagangan akhir pekan kemarin telah mendorong terjadinya penurunan imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan. Adapun untuk tenor 5 tahun mengalami penurunan imbal hasil sebesar 5 bps dilevel 7,452% dan untuk tenor 10 tahun mengalami penurunan mencapai 6 bps di level 7,899%.

Sementara itu, untuk SUN seri acuan dengan tenor 15 tahun dan 20 tahun, juga terjadi penurunan imbal hasil masing-masing turun sebesar 14,1 bps di level 8,361% dan 8,7 bps di level 8,421%.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top