Pasca-Rilis Data BI, Harga SUN Berpotensi Menguat

MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa pada perdagangan Jumat (17/5/2019), harga surat utang negara (SUN) bergerak terbatas dengan peluang mengalami penguatan di tengah pelaku pasar yang mencermati data suku bunga acuan (7DRRR) oleh Bank Indonesia.
Anitana Widya Puspa | 17 Mei 2019 10:43 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa pada perdagangan Jumat (17/5/2019), harga surat utang negara (SUN) bergerak terbatas dengan peluang mengalami penguatan di tengah pelaku pasar yang mencermati data suku bunga acuan (7DRRR) oleh Bank Indonesia.

Analis MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan bahwa penurunan imbal hasil surat utang global membuka peluang terjadinya kenaikan harga SUN untuk beberapa seri, terutama SUN dengan denominasi mata uang dolar AS.  Adapun untuk SUN dengan mata uang rupiah pergerakannya masih akan berfluktuasi.

"Melihat kondisi tersebut maka kami sarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN dengan melakukan strategi trading dengan pilihan pada seri - seri FR0053, FR0061, FR0046, FR0056, FR0059, FR0073, dan FR0065," jelasnya melalui riset Jumat (17/5/2019).

Selain itu, pekan depan pemerintah akan melakukan lelang SBN pada Selasa (21/5/2019) dengan seri SPN03190822 (New Issuance), SPN12200213 (Reopening), FR0077 (Reopening), FR0078 (Reopening), FR0068 (Reopening), FR0079 (Reopening), FR0076 (Reopening).   

Adapun perubahan harga SUN pada Kamis (16/5/2019) mengalami kenaikan terbatas didorong oleh pengutan nilai tukar tupiah terhadap dolar AS. Kondisi tersebut sebagai respons adanya sentimen data ekonomi domestik dan sentimen perang dagang antara Amerika dan China.

Rata-rata harga SUN mengalami kenaikan yang terbatas mencapai 7 bps dan mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil hingga sebesar 23 bps.  Harga SUN dengan tenor pendek (1—4 tahun) mengalami rata-rata koreksi harga sebesar 4,5 bps yang mengakibatkan naiknya imbal hasil mencapai 6 bps. 

Adapun untuk SUN bertenor jangka menengah (5—7 tahun) mengalami kenaikan harga hingga mencapai 13 bps yang berdampak pada menurunnya tingkat imbal hasil sebesar 1,2 bps. Sedangkan, untuk Surat Utang Negara bertenor panjang (diatas 7 tahun) mengalami rata-rata kenaikan harga sebesar 180 bps yang mengakibatkan turunya rata-rata imbal hasil sebesar 1,5 bps. 

Secara keseluruhan pergerakan harga SUN cenderung mengalami kenaikan yang juga endorong terjadinya penurunan imbal hasil seri acuan dengan tenor 5 tahun sebesar 1 bps di level 7,475%, tenor 10 tahun sebesar 2 bps yang berada pada level 7,985%. Adapun untuk SUN seri acuan dengan tenor 15 dan 20 tahun mengalami penurunan imbal hasil masing—masing sebesar 4 bps di level 8,467% dan 2 bps di level 8,555%.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup