Pelemahan SUN Belum Berakhir, Seri FR0077, FR0078, dan FR0068 Direkomendasikan Analis

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pelemahan harga surat utang negara atau SUN tampaknya akan berlanjut hari ini, Kamis (25/4/2019).
Emanuel B. Caesario | 25 April 2019 09:52 WIB
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA — Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pelemahan harga surat utang negara atau SUN tampaknya akan berlanjut hari ini, Kamis (25/4/2019).

Dhian Karyantono, analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa sentimen negatif bagi pergerakan harga SUN masih berasal dari tekanan indeks dolar AS, di mana pada perdagangan global terakhir mencapai kisaran 98,12 poin atau tertinggi sejak pertengahan Mei 2017. Kenaikan Indeks dolar AS tersebut berpotensi mendorong depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang pada akhirnya mendorong harga SUN bergerak turun. 

Indeks dolar AS, sejauh ini terus melanjutkan tren kenaikan yang utamanya didorong oleh proses rebalancing investor global terutama Jepang sebagai antisipasi  jelang Golden Week holiday awal pekan depan, di mana bursa Jepang diperkirakan ditutup selama 6 hari perdagangan. 

Proses rebalancing tersebut, tampaknya mendorong investor global terutama Jepang menempatkan posisi investasi mereka kembali ke instrumen investasi yang bersifat safe haven seperti dolar AS, yen Jepang, dan US Treasury (tercermin dari kenaikan nilai dari masing-masing instrumen investasi tersebut) yang pada akhirnya mendorong penurunan harga atau nilai dari instrumen berisiko seperti rupiah dan SUN. 

Apalagi, rilis data pertumbuhan ekonomi Korea Selatan di luar dugaan mengalami kontraksi (tumbuh negatif) sebesar 0,3% (QoQ, konsensus pasar memprediksi tumbuh positif sebesar 0,3%) sehingga berpotensi menambah perspektif negatif terhadap instrumen investasi emerging markets hari ini. 

Potensi kenaikan harga SUN juga tampaknya terbatas seiring dengan perkiraan bahwa suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) masih akan dipertahankan di level 6% dalam rilis hasil Rapat Dewan Gubernur BI hari ini (perkiraan rilis pukul 14.00 WIB).

"Kami merekomendasikan investor untuk fokus pada perdagangan SUN seri benchmark FR0077, FR0078, dan FR0068 dengan aksi hold atau wait and see hari ini. Hal tersebut, didasarkan pada kemungkinan penurunan harga hari ini dan potensi katalis positif dari melambatnya pertumbuhan ekonomi AS per kuartal I-2019 secara kuartalan (QoQ)," katanya dalam riset harian, Kamis (25/4/2019).

Sementara itu, untuk trading jangka panjang, Dhian masih merekomendasikan investor untuk aksi buy FR0059, FR0058, FR0065, FR0075, FR0079, dan FR0076.

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 94,90 (7,09%) - 95,20 (7,00%)
FR0077 (15 Mei 2024): 103,80 (7,21%) - 104,20 (7,12%)
FR0064 (15 Mei 2028): 89,90 (7,69%) - 90,30 (7,63%)
FR0078 (15 Mei 2029): 103,65 (7,72%) - 104,10 (7,66%)
FR0065 (15 Mei 2033): 87,30 (8,16%) - 87,70 (8,11%)
FR0068 (15 Maret 2034): 101,70 (8,17%) - 102,35 (8,10%)
FR0075 (15 Mei 2038): 93,00 (8,23%) - 93,50 (8,18%)
FR0079 (15 April 2039): 100,50 (8,32%) - 101,30 (8,24%)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup