Ringkasan Perdagangan 12 April : IHSG Turun Lagi Jelang Pesta Rakyat, Rupiah Ceria

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Jumat (12/4/2019), lima hari menjelang perhelatan Pilpres 2019.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 April 2019  |  20:37 WIB
Ringkasan Perdagangan 12 April : IHSG Turun Lagi Jelang Pesta Rakyat, Rupiah Ceria
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/2/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan berakhir di zona merah pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Jumat (12/4/2019), lima hari menjelang perhelatan Pilpres 2019.

Sementara itu, rangkaian aksi beli bersih (net buy) saham oleh investor asing akhirnya terpatahkan pada perdagangan hari ini. Meski demikian, nilai tukar rupiah mampu memperpanjang penguatannya terhadap dolar AS.

Berikut ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini:

Lima Hari Jelang Pemilu, IHSG Turun Lagi

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis di Bursa Efek Indonesia (IDX).

Dari 631 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 157 saham menguat, 232 saham melemah, dan 242 saham stagnan.

Menurut Juan Oktavianus Harahap, Analis Artha Sekuritas Indonesia, menjelang pemilu yang akan digelar pada 17 April, IHSG cenderung bergerak volatil.

Asing Cetak Net Sell Lebih dari Rp1 Triliun Usai 7 Hari Net Buy

Rangkaian aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing akhirnya putus pada perdagangan hari ini.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih lebih dari Rp1 triliun sekaligus mematahkan reli net buy yang mampu dibukukan tujuh hari perdagangan beruntun sebelumnya.

Rupiah Lanjutkan Penguatan, Ditutup Terapresiasi 20 Poin

Rupiah lanjutkan penguatan dengan ditutup terapresiasi seiring dengan laju indeks dolar AS yang masih dalam tren penurunan.

"Tampak kemajuan dalam perundingan dagang antara AS dan China serta solidnya kondisi fundamental ekonomi Indonesia, membuat rupiah masih kuat menahan gejolak di pasar global," tulis Asia Trade Point Futures seperti dikutip dalam risetnya.

Ekspor China Rebound, Bursa Asia Masih Rapuh

Tanda-tanda stabilisasi dalam perekonomian China dan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) tak banyak menunjang pergerakan pasar saham di Asia.

Sebagian indeks saham di kawasan Asia sendiri masih bergerak negatif, sehari setelah tanda-tanda peringatan seputar pertumbuhan ekonomi global yang disampaikan sejumlah bank sentral utama menyebabkan pasar saham global memerah.

Harga Emas Comex Naik

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2019 naik 2,60 poin atau 0,20% ke level US$1.295,90 per troy ounce. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas Comex bergerak di kisaran US$1.294,30-US$1.299,10 per troy ounce.

Meski demikian, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta hari ini turun cukup signifikan menjadi Rp660.000 per gram dari posisi perdagangan di Rp664.500 per gram pada Kamis (11/4).

Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam berada di posisi Rp587.000 per gram atau mengalami penurunan Rp4.000 dari posisi perdagangan sebelumnya.

Harga Karet Cetak Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak Maret

Harga karet berhasil berakhir menguat saat investor mencermati tanda-tanda membaiknya ekonomi global dan dampaknya terhadap permintaan untuk karet.

“Ekonomi makro membantu pasar karet di tengah minimnya faktor-faktor fundamental,” ujar Avtar Sandu, manajer senior untuk komoditas di Phillip Futures, Singapura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top