5 Terpopuler Market, Nilai Tukar Emerging Market Lewatkan Momentum dan Orang Asia dan Oseania Paling Doyan Ngopi

Kabar sepanjang tahun berjalan ini yang telah menjadi momentum baik bagi pergerakan aset berisiko, mulai dari saham hingga kredit, menjadi berita terpopuler di kanal Market Bisnis.com pada hari Selasa (9/4/2019).
Ahmad Rifai | 09 April 2019 18:04 WIB
Karyawan menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

1. Nilai Tukar Emerging Market Lewatkan Momentum

Sepanjang tahun berjalan ini telah menjadi momentum yang baik bagi pergerakan aset berisiko, mulai dari saham hingga kredit.

Namun, sayang momentum tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh aset berisiko emerging market, terutama mata uang.

Baca selengkapnya di sini.

2. Menteng Heritage Tawarkan Harga IPO Rp105 per Saham

PT Menteng Heritage Realty menawarkan harga penawaran umum perdana saham senilai Rp105 per saham.

Dalam laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, Selasa (9/4/2019), Menteng Heritage Realty bakal menawarkan 1,19 miliar saham. Dengan demikian, calon emiten ini bakal memperoleh dana senilai Rp125,05 miliar.

Baca selengkapnya di sini.

3. Ini Penyebab Pendapatan dan Laba HK Metals Utama (HKMU) Melesat di 2018

Emiten manufaktur logam, PT HK Metals Utama Tbk. mencatatkan pertumbuhan penjualan 73,86% secara tahunan menjadi Rp864,98 miliar pada 2018.

Adapun, laba bersih tumbuh 117,83% secara tahunan menjadi Rp66,92 miliar pada periode tersebut.

Baca selengkapnya di sini.

4. OJK Siapkan Regulasi Baru untuk Kontrak Berjangka dan Opsi Efek

Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan rancangan regulasi baru tentang kontrak berjangka (futures) dan opsi (option) atas efek atau indeks efek untuk mengakomodasi penerbitan insturmen-instrumen derivatif baru guna memperdalam pasar modal domestik.

Rancangan peraturan tersebut kini memasuki tahap uji publik sebelum disahkan menjadi peraturan OJK. Hadirnya regulasi ini akan menggantikan Keputusan Ketua Bappepam No. Kep-39/PM/20013 tentang Kontrak Berjangka dan Opsi atas Efek atau Indeks Efek, beserta Peraturan No. III.E.I yang merupakan lampirannya.

Baca selengkapnya di sini.

5. Konsumsi Kopi Global: Orang Asia dan Oseania Paling Doyan Ngopi

Konsumsi kopi global pada tahun ini diperkirakan naik, tetapi belum melampaui produksi. Sementara, konsumsi di Asia dan Oseania tumbuh paling tinggi.

Berdasarkan laporan bulanan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO), dikutip dari laman resminya, Selasa (9/4/2019), permintaan kopi global pada periode 2018/2019 diprediksi mencapai 164,99 juta kantong atau sak (satu kantong kopi setara 60 kilogram atau sekitar 130 pon).

Baca selengkapnya di sini.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, menteng, ojk, kopi, logam, emerging market

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup