Mengapa KKR Lepas Sebagian Saham JPFA? Ini Penjelasannya

Meskipun KKR mengurangi kepemilikan hingga 6,66%, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) JPFA tetap memberikan kursi komisaris kepada KKR. Jaka Prasetya mewakili KKR Jade Investments Pte. Ltd tetap menduduki jabatan komisaris.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 02 April 2019  |  19:26 WIB
Mengapa KKR Lepas Sebagian Saham JPFA? Ini Penjelasannya
Kantor Japfa Comfeed - Ilustrasi/shareinv.com

Bisnis.com, JAKARTA - Keberuntungan kini berada dipihak Kravis Roberts (KKR), karena telah berhasil mengantongi untung hampir Rp1 triliun. Untung ini, diperoleh hanya dalam tempo 2,5 tahun, dengan berinvestasi di  PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Namun, setelah KKR (perusahaan investasi asal Amerika Serikat) mengantongi untung jumbo tersebut. Kinerja saham Japfa Comfeed Indonesia malah terpelanting, atau menyentuh level terendah dalam 6 bulan terakhir.

Apa yang menyebabkan KKR mengurangi kepemilikan saham di JPFA? Padahal pada 2018, JPFA berhasil membukukan pertumbuhan laba hingga 132%. Hal ini memberikan tanda tanya besar bagi investor pasar modal.

KKR mengurangi kepemilikan saham di JPFA dalam dua tahap. Pertama, pada 20 Februari 2018, dengan mengurangi kepemilikan saham di KKR dari 11,65% menjadi 8,37%.

Saat itu, KKR melepas 385 juta saham kepada publik, pada harga Rp2.200 per saham. Saat KKR mengurangi kepemilikan di JPFA, saham KKR masih bertengger di level Rp2.500. Aksi yang dilakukan KKR ini direspon positif oleh pelaku pasar, dengan proyeksi saham JPFA bakal lebih likuid.

Transaksi yang dilakukan KKR ini sontak membuat saham JPFA enggan meninggalkan level Rp2.200 per saham. Namun, pada pelepasan saham yang kedua kali pada harga yang sama (Rp2.200), saham JPFA langsung terpelanting dan investor publik pun memiliki segudang tanda tanya.

Dalam transaksi yang kedua, JPFA melepas sebanyak 396 juta saham atau setara 3,38% dengan harga Rp2.200 per saham. Atas pelepasan ini, maka kepemilikan KKR di JPFA tinggal 4,99% dari sebelumnya 8,37%.

Meskipun KKR mengurangi kepemilikan hingga 6,66%, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) JPFA tetap memberikan kursi komisaris kepada KKR. Jaka Prasetya mewakili KKR Jade Investments Pte. Ltd tetap menduduki jabatan komisaris.

Saat ditanyai alasan KKR mengurangi kepemilikan di JPFA, dengan santai Jaka menjawab, "kami [KKR) bisnis investasi, melibatkan jual dan beli."

Secara gamblang, Jaka membeberkan, KKR biasanya berinvestasi di suatu perusahaan dengan tenor 7-8 tahun, bahkan hingga 13 tahun. Namun, pada tahun ke-13, biasanya KKR melepas kepemilikan saham.

"Fundamental JPFA masih bagus. Banyak orang yang masih trading, karena fundamental masih kuat. Kami tidak keluar," kata Jaka usai RUPST, Selasa (2/4/2019).

Pada penutupan perdagangan harian Selasa (2/4/2019), saham JPFA turun 4,25% atau setara 75 poin menuju level Rp1.690 per saham. Dalam sepekan terakhir, saham JPFA anjlok 21,4% dan dalam sebulan terakhir turun hingga 24,22%.

Kali ini, Fortuna pun ada di pihak JPFA. Setelah melepas 781 juta (setara 6,66%) saham JPFA dengan harga Rp2.200. Maka KKR berhasil mengantongi untung hingga Rp992 miliar atas dua transaksi penjualan saham JPFA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
japfa comfeed, rekomendasi saham, kkr

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top