Laju Saham WEGE Menghijau

Saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. mengakhiri perdagangan sore ini dengan menguat 6,02% ke level Rp352 (6/3). Saham Wijaya Karya Bangunan Gedung ditutup naik 20 poin dari penutupan hari sebelumnya sebesar Rp332.
Purnama Syukri Hadi
Purnama Syukri Hadi - Bisnis.com 06 Maret 2019  |  19:24 WIB
Laju Saham WEGE Menghijau
Aktivitas karyawan tampak di salah satu proyek PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. - www.wikagedung.co.id

Bisnis.com, JAKARTA—Saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. mengakhiri perdagangan sore ini dengan menguat 6,02% ke level Rp352 (6/3). Saham Wijaya Karya Bangunan Gedung ditutup naik 20 poin dari penutupan hari sebelumnya sebesar Rp332.

Laju saham emiten yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 30 November 2017 ini menunjukkan pertumbuhan 46,47% sepanjang tahun berjalan.

Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup pada zona hijau atau menguat 0,26% ke level 6.457,96 serta tumbuh 4,25% (year to date). Hal ini menjadikan kinerja saham berkode WEGE ini outperform terhadap kinerja IHSG.

Berdasarkan laporan keuangan Desember 2018 yang dirilis perusahaan pada bulan lalu. Secara fundamental, WEGE membukukan kinerja yang membaik. Pendapatan usaha perseroan tumbuh 49,32% menjadi Rp5,82 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya pada Rp3,90 triliun. Beban pokok pendapatan perseroan juga mengalami kenaikan 52,11% mencapai Rp5,23 triliun.

Kendati beban pokok pendapatan tumbuh lebih tinggi dari pendapatan perusahaan, WEGE mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan hingga 50% sebesar Rp444,50 miliar dari tahun sebelumnya mencapai Rp295,75 miliar. Sejalan dengan itu, Total aset dan ekuitas perseroan tumbuh 27,84% dan 23,96% menjadi Rp5,89 triliun dan Rp2,14 triliun masing-masing.

Pada 2019, WEGE menargetkan perolehan order book (kontrak dihadapi) senilai Rp22,78 triliun, lebih tinggi 37,4% dari target pada tahun sebelumnya. Order book tersebut di antaranya kontrak baru senilai Rp11,98 triliun dan carry over senilai Rp10,8 triliun. Komposisi rencana kontrak baru tersebut berasal dari Pemerintah sebanyak 33%, BUMN 31% dan swasta 36%. Perusahaan juga berencana akan melakukan ekspansi untuk pengembangan bisnis termasuk persiapan pembangunan pabrik baru.

Secara teknikal, saham WEGE bergerak menuju kondisi jenuh beli yang ditunjukkan pada indikator Relative Strength Index (RSI) berada pada nilai 71,38. Serta pada indikator MACD memperlihatkan momentum pergerakan saham WEGE masih positif.

Sumber: Bloomberg

*) Purnama Syukri Hadi, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Wika Gedung

Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top