Laju Kenaikan Saham FASW Tertahan

Pergerakan saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk mengakhiri perdagangan hari ini dengan ditutup stagnan (27/2). Harga saham emiten berkode FASW berada pada Rp8.200 pada penutupan saham selama 3 hari berturut-turut.
Purnama Syukri Hadi
Purnama Syukri Hadi - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  19:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pergerakan saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk mengakhiri perdagangan hari ini dengan ditutup stagnan (27/2). Harga saham emiten berkode FASW berada pada Rp8.200 pada penutupan saham selama 3 hari berturut-turut.

Sepanjang tahun berjalan harga saham FASW menunjukkan penguatan sebesar 5,47%. Meskipun ditutup stagnan, saham emiten produsen kemasan ini outperformed terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kinerja IHSG yang ditutup menghijau pada level 6.525,68, berada pada 5,35% year to date.

Secara fundamental, FASW membukukan kinerja yang meningkat. Berdasarkan laporan keuangan Desember 2018, tercatat laba bersih tahun berjalan FASW melesat hingga 135,85% menjadi Rp1,41 triliun terhadap capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp595,87 miliar.

Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh penjualan bersih perusahaan yang tumbuh 35,45% mencapai Rp9,94 triliun dibanding Desember 2017 sebesar Rp7,34 triliun. Selain itu, perusahaan juga berhasil menahan kenaikan beban pokok penjualan. Beban pokok penjualan FASW naik 16,81% dari Rp5,92 triliun menjadi Rp6,92 triliun.

Tahun ini perusahaan menargetkan kenaikan penjualan sekitar 15%-20%. Kenaikan ini disokong oleh akuisisi pabrik yang dilakukan perusahaan pada tahun lalu sehingga meningkatkan jumlah kapasitas yang dimiliki. Sebelumnya FASW memiliki pabrik berkapasitas 1,3 juta ton. Dengan akuisisi tersebut, kapasitas yang dimiliki perusahaan akan meningkat 23%.

Secara teknikal, saham FASW membentuk pola hangman yang terlihat pada candlestick dan cenderung netral yang ditunjukkan pada indikator Relative Strength Index (RSI). Serta pada indikator MACD memperlihatkan momentum pergerakan saham FASW masih positif.

Sumber: Bloomberg

*) Purnama Syukri Hadi, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, fajar surya wisesa

Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top