Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga CPO Anjlok dari Level Tertinggi 6 Bulan

Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di bursa Kuala Lumpur melorot bersama dengan harga minyak mentah sehingga menambah kekhawatiran akan penguatan permintaan bahan bakar berbasis CPO.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  19:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di bursa Kuala Lumpur melorot bersama dengan harga minyak mentah sehingga menambah kekhawatiran akan penguatan permintaan bahan bakar berbasis CPO.

Ahli Derivatif di Phillip Futures Kuala Lumpur David Ng mengatakan, kekhawatiran akan level cadangan CPO di Malaysia juga menambah tekanan pada keseluruhan sentimen.

“Menurut data Malaysian Palm Oil Board, cadangan CPO di perkebunan kelapa sawit di Malaysia, terbesar kedua di dunia, naik dalam tujuh bulan beruntun ke level rekor pada Desember. Hal itu menambah tekanan pada keseluruhan sentimen untuk CPO,” ujarnya, seperti dilansir Bloomberg, Selasa (29/1/2019).

Pada perdagangan Selasa (29/1/2019) pukul 18.14 WIB, harga CPO di bursa Malaysia Derivatif (MDE) tercatat mengalami penurunan 33 poin atau 1,42% menjadi 2.294 ringgit per ton dan mencatatkan kenaikan harga yang cukup tajam, 9,48% secara year-to-date (ytd).

Harga minyak mentah bergerak di kisaran US$52 per barel setelah sempat melorot 3,2% pada perdagangan Senin (28/1/2019) karena kekhawatiran akan perlambatan perekonomian global. Penurunan harga itu juga tercatat sebagai yang terbesar untuk kontrak teraktif sejak 14 Januari.

“Kenaikan harga CPO kemungkinan merupakan optimisme paksaan, karena harga minyak mentah yang makin tertekan setelah produksi minyak mentah AS mencapai rekor dan menjadi pemicu melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia,” lanjut Ng.

Ekspor CPO Malaysia sepanjang Januari tercatat naik 12% dari bulan lalu (month-on-month) menjadi 1,2 juta ton.

Adapun, menurut data China National Grain and Oils Information Center (CNGOIC) pengiriman dari produsen Intertek Palm ke China, pembeli terbesar kedua di dunia, kemungkinan melambung ke level tertinggi selama enam tahun sepanjang 12 bulan terhitung berakhir pada September lalu.

Selain itu, harga minyak kedelai di bursa Chicago Board of Trade (CBOT), yang juga menjadi acuan pergerakan harga CP, turun 0,18 poin atau 0,59% menjadi US$30,12 sen per pon dan premium di atas harga CPO mencapai US$105 per ton, jauh dibandingkan dengan rata-rata US$94 per ton pada periode yang sama tahun lalu.

Selanjutnya, premium harga CPO dengan bensin mencapai US$4 per ton, naik dari rata-rata diskon US$69 per ton pada tahun lalu.

Adapun, harga CPO olahan untuk pengiriman Mei di Dalian Commodity Exchange ditutup ikut memerah 0,5% menjadi 4.822 yuan per ton.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak sawit
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top