Penjualan Kapal Tongkang Belum Gairahkan Saham RIGS

Penjualan sejumlah kapal tongkang milik PT Rig Tenders Indonesia Tbk. belum menggairahkan saham perusahaan untuk tumbuh lebih hijau yang tampak dari penutupan hari ini dengan pelemahan hingga lebih dari 3% atau 10 poin ke posisi Rp288.
Purnama Syukri Hadi | 29 Oktober 2018 19:05 WIB
PT Rig Tenders Indonesia Tbk - rigtenders.co.id

Bisnis.com, JAKARTA—Penjualan sejumlah kapal tongkang milik PT Rig Tenders Indonesia Tbk. belum menggairahkan saham perusahaan untuk tumbuh lebih hijau yang tampak dari penutupan hari ini dengan pelemahan hingga lebih dari 3% atau 10 poin ke posisi Rp288.

Pada perdagangan hari ini saham perusahaan sempat menyentuh harga Rp312, hingga akhirnya menuntaskan pergerakan pada zona merah. Sejak aksi korporasi penjualan kapal tongkang diinformasikan, harga saham RIGS terus melandai. Pada 26 September, saham RIGS berada pada posisi Rp352 dan hingga penutupan hari ini kinerja saham turun mencapai 18,18%. Walaupun melandai, saham berkode RIGS menguat 59,12% sepanjang tahun berjalan. 

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 30 poin atau 0,52% ke level 5.754,61. IHSG juga memperlihatkan penurunan 9,46% (year to date) dari penutupan akhir tahun 2017 sebesar 6.355,65. Alhasil, saham RIGS masih menunjukkan kinerja outperform terhadap IHSG.

 Sebagai informasi, pada paparan publik tanggal 26 September, perusahaan telah menjual delapan kapal tongkang untuk mengurangi beban operasional perusahaan. Kapal yang dijual merupakan kapal-kapal lama dan sudah tidak beroperasi. Dari penjualan kapal tersebut, perusahaan menghasilkan dana sekitar US$1,8 juta. Hingga saat ini perusahaan memiliki 36 unit Tug Boats (kapal penarik), tujuh unit Self-Discharging Barges, 21 unit Barges (kapal tongkang) dan dua unit Accomodation Work Barges.

Berdasarkan laporan keuangan Juni 2018, perusahaan membukukan kenaikan penjualan dan pendapatan sebesar 58,14%, naik US$6,68 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya mencapai US$4,23 juta. Beban pokok penjualan dan pendapatan RIGS memperlihatkan penurunan 10,72% dari US$6,05 juta menjadi US$5,40 juta.

Pendapatan perusahaan salah satunya berasal dari pendapatan sewa kapal pada beberapa perusahaan, antara lain pendapatan sewa kapal dari PT Maritim Barito Perkasa mencapai US$1,70 juta, meningkat 71,29% dari Juni 2017, PT Arutmin Indonesia sebesar US$4,08 juta atau naik 99,89% dan PT Adaro Indonesia US$614.024 atau naik 161,65%.

Sejalan dengan itu, pendapatan perusahaan yang mengalami peningkatan diiringi perbaikan kinerja laba periode berjalan, menguat lebih dari 100% menjadi US$1,20 juta dari mengalami kerugian hingga US$2,86 juta pada periode yang sama tahun 2017.

Pada tahun ini, Scomi Vessel Pte. Ltd., anak usaha tidak langsung RIGS melalui kepemilikan pada PT Batuah Abadi Lines telah resmi ditutup karena status perusahaan yang tidak aktif. Langkah itu ditempuh dengan harapan memberikan dampak positif pada efisiensi biaya perusahaan.

Permintaan batu bara domestik Indonesia yang diperkirakan naik sekitar 6% mencapai 114,51 juta ton pada tahun ini akan berdampak pada peningkatan permintaan transportasi untuk batu bara. Kondisi ini diharapkan sebagai peluang bagi perusahaan untuk peningkatan kinerja ke depannya.

Secara teknikal, harga saham RIGS memperlihatkan pergerakan yang terus menurun hampir menyentuh Fibonacci Retracement 38,2%. Indikator Relative Strength Index juga menunjukkan kondisi pada jenuh jual serta pada Pada indikator MACD menunjukkan momentum masih negatif.

Sumber: Bloomberg

*) Purnama Syukri Hadi, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG, Rig Tenders Indonesia
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top