Target 1 Juta Lot, Transaksi SPA Rifan Financido Sudah Tembus 60%

PT Rifan Financindo Berjangka membukukan transaksi mencapai 60% sepanjang semester I/2018 dari target 1 juta lot sepanjang tahun ini.
Mutiara Nabila | 12 Juli 2018 22:13 WIB
Manajemen Rifan Financindo dalam pertemuan beberapa waktu lalu. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – PT Rifan Financindo Berjangka membukukan transaksi mencapai 60% sepanjang semester I/2018 dari target 1 juta lot sepanjang tahun ini.

Chief Bussiness Officer PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Teddy Prasetya mengatakan, volume transaksi perseroan hingga akhir Juni mencapai 615.513 lot atau naik 148,86% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 yang hanya 247.332 lot.

Volume transaksi bilateral atau sistem perdagangan alternatif (SPA) dalam satu semester tercatat mengalami pertumbuhan hingga 434.957 lot, naik 96,83% dari jumlah pada periode yang sama tahun lalu yang hanya sebanyak 220.976 lot.

Selain itu, transaksi multilateral juga mengalami kenaikan menjadi 180.556 lot. Jumlah tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 585,07% dari volume sepanjang 6 bulan pertama 2017 sebanyak 26.356 lot.

Kinerja lain yang mencatatkan angka positif yakni kenaikan jumlah nasabah baru yang menembus 1.311 investor baru dengan kenaikan 27,16% dari semester pertama tahun lalu.

“Kami optimistis bahwa angka transaksi sebanyak 1 juta lot akan tercapai sebelum akhir tahun. Selanjutnya, untuk mendukung pertumbuhan bisnis, kami akan melakukan ekspansi usaha dengan membuka kantor cabang baru,” ujarnya, Kamis (12/7/2018).

Pembukaan cabang baru akan dilakukan di Yogyakarta pada awal Agustus mendatang. Selain itu, RFB siap mengakuisisi kantor pialang di Makasar dan Malang yang kini masih dalam proses.

Saat ini, RFB bersama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Jakarta Future Exchange (JFX) masih terus melaksanakan edukasi tentang perdagangan berjangka kepada masyarakat.

“Upaya tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat lebih memahami sekaligus mengubah pandangan negatif ke arah positif terhadap industri perdagangan berjangka.”

Tag : komoditas, multilateral
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top