Venezuela Krisis, Harga Minyak Dekati Level Tertinggi 2014

Pasar minyak stabil pada Senin dengan harga mendekati level tertinggi pada akhir 2014 karena ketegangan akan keputusan Amerika Serikat untuk memutus kesepakatan dengan Iran atau justru kembali memberlakukan sanksi ke Tehran.
Mutiara Nabila | 07 Mei 2018 16:59 WIB
Harga minyak naik - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar minyak stabil pada Senin dengan harga mendekati level tertinggi pada akhir 2014 karena ketegangan akan keputusan Amerika Serikat untuk memutus kesepakatan dengan Iran atau justru kembali memberlakukan sanksi ke Tehran.

Harga minyak Brent pada perdagangan Senin (7/5/2018) pukul 09.15 WIB tercatat mengalami kenaikan 0,09 poin atau 0,12% dari penutupan sebelumnya menjadi US$74,96 per barel. Adapun, harga minyak West Texas Intermediate (WTI mengalami kenaikan 0,16 poin atau 0,23% menjadi US$69,88 per barel, menembus harga tertinggi sejak November 2014.

Sebelumnya, pada 2016 Iran telah kembali menjadi eksportir utama setelah sanksi internasionalnya dicabut sebagai imbalan penghentian program nuklir Iran.

Atas kekhawatiran terhadap ketulusan Iran, Trump mengancam untuk memutus kesepakatan 2015 dengan memperpanjang keringanan sanksi yang kedaluarsa pada 12 Mei mendatang, yang kemungkinan akan mengurangi ekspor minyak Iran.

Sejumlah analis juga mengimbau mengenai krisis ekonomi yang sedang terjadi saat ini dalam produksi minyak di Venezuela.

“Harga minyak telah terdorong naik karena pertumbuhan kekhawatiran akan kelumpuhan ekonomi di Venezuela dan industri minyaknya, dan kemungkinan sanksi baru terhadap Iran dri pemerintahan Trump,” kata Shannon Rivkin, direktur investasi Rivkin Securities di Australia, dikutip dari Reuters, Senin (7/4/2018).

Produksi minyak Venezuela telah berkurang setengahnya sejak tahun 2000-an menjadi hanya 1,5 juta barel per hari (bpd), karena negara tersebut gagal memberikan investasi yang cukup untuk menjadia produksi dan pertambangannya.

“Berita tentang minyak dan kesepakatan nuklir Iran akan jadi yang terhangat pada pekan ini,” ujar Greg McKenna, kepala strategis pasar pialang berjangka AxiTrader.

Menurutnya, kebanyakan peserta pasar berkespektasi bahwa Trump sebaiknya mencabut perjanjian tersebut. Sejumlah pedagang saat ini khawatir harga minyak akan naik lebihtinggi lagi.

Sumber : Reuters

Tag : Harga Minyak
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top