LOGAM MULIA: Efek Data Tenaga Kerja AS Tekan Emas ke Level Terendah

Harga emas Comex kontrak Desember hari ini dibuka turun 0,24% atau 3,20 poin di posisi US$1.341,20 per ounce dan melemah 0,49% atau 6,60 poin ke US$1.337,80 per ounce pada pukul 15.23 WIB.
Renat Sofie Andriani | 08 Agustus 2016 16:45 WIB
Harga emas Comex terjungkal. - .

Bisnis.com, JAKARTA– Pergerakan harga emas Comex terpantau terus melemah pada perdagangan hari kedua, Senin (8/8/2016), setelah data tenaga kerja AS yang positif meningkatkan prediksi penaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS Federal Reserve untuk tahun ini.

Harga emas Comex kontrak Desember hari ini dibuka turun 0,24% atau 3,20 poin di posisi US$1.341,20 per ounce dan melemah 0,49% atau 6,60 poin ke US$1.337,80 per ounce pada pukul 15.23 WIB. 

Harga emas Comex bergerak menuju level terendah dalam sepekan setelah ditutup anjlok 1,68% atau 23 poin ke US$1.344,40 pada perdagangan Jumat (5/8/2016), pasca rilis laporan data tenaga kerja AS yang menunjukkan peningkatan positif.

Menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Jumat, data payroll negara tersebut naik 255.000 pada Juli, melampaui semua prediksi dalam survey Bloomberg serta melanjutkan kenaikan yang diraih pada Juni sebesar 292.000.

“Harga emas telah sepenuhnya mencerna data nonfarm payroll. Fundamental ekonomi AS telah naik. Namun, risiko penurunan dari apapun yang terjadi dari dampak Brexit masih tidak jelas. Ketidakpastian lain yang dipantau oleh pasar selanjutnya adalah agenda pemilihan Presiden AS,” ujar analis OCBC Bank Barnabas Gan, seperti dilansir Reuters hari ini.

Kenaikan yang menunjukkan penguatan pasar tenaga kerja AS telah mendorong pertaruhan bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunganya tahun ini.

Para pedagang saat ini melihat 47% kemungkinan penaikan pada Desember, dari hanya sekitar 35% pada akhir pekan sebelumnya.

Para pedagang dan bank Wall Street teratas mengharapkan The Fed menaikkan tingkat suku bunganya tahun ini dengan adanya data tenaga kerja AS yang kuat tersebut.

Seperti diketahui, pergerakan emas dan logam mulia lainnya sangat sensitif terhadap tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi dapat melekukkan permintaan logam mulia yang bukan merupakan aset berbunga.

“Kita mungkin akan melihat titik balik pada emas dan perak, mengingat dampak dari data nonfarm payroll yang tidak bisa dihentikan,” papar Analis INTL FCStone Edward Meir dalam risetnya.

Sejalan dengan emas, pergerakan harga perak kontrak September juga semakin terlempar dari level 20 saat melemah 0,62% atau 0,122 poin ke US$19,695 per ounce, setelah dibuka turun tajam 1,35% atau 0,267 poin di posisi 19,550.

Sementara, indeks dolar yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,12% atau 0,112 poin ke posisi 96,306 pada pukul 15.24 WIB.

 

Pergerakan emas dan perak di Comex (Commodity Exchange):

Tanggal

Emas kontrak Desember 2016

US$/ounce

Perak kontrak September 2016

US$/ounce

8/8/2016

(Pk. 15.23 WIB)

1.337,80 (-0,49%)

19,695 (-0,62%)

5/8/2016

1.344,40 (-1,68%)

19,817 (-3,06%)

4/8/2016

1.367,40 (+0,20%)

20,443 (-0,14%)

3/8/2016

1.364,70 (-0,58%)

20,471 (-1,11%)

2/8/2016

1.372,60 (+0,96%)

20,701 (+0,98%)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga perak, harga emas comex

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top