Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

CTRA Diuntungkan Proyek Infrastruktur

PT Ciputra Development Tbk dinilai akan mendapat manfaat dari pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan di Pulau Jawa.
Hingga 2015, perusahaan berkode emiten CTRA itu tengah mengembangkan 36 proyek properti di kota-kota utama di Pulau Jawa dan tahun ini diperkirakan akan lebih banyak proyek yang digarap.
Hingga 2015, perusahaan berkode emiten CTRA itu tengah mengembangkan 36 proyek properti di kota-kota utama di Pulau Jawa dan tahun ini diperkirakan akan lebih banyak proyek yang digarap.

Bisnis.com, JAKARTA--PT Ciputra Development Tbk dinilai akan mendapat manfaat dari pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan di Pulau Jawa.

Analis Maybank Kim Eng Securities, Aurellia Setiabudi, mengatakan Ciputra Development merupakan perusahaan real estat yang memiliki proyek paling banyak di Pulau Jawa.

"Pulau ini penting bagi Ciputra karena menyumbang 75% [pendapatan] pra penjualan sepanjang 2015. Kami berharap kontribusinya juga akan tetap tinggi," tulisnya dalam riset yang dikutip Bisnis.com, Jumat (29/1/2016).

Dia menconthkan proyek Citraland Surabaya menghasilkan pendapatan pra penjualan sebesar Rp1 triliun atau 11% terhadap total prapenjuaan perseroan. Proyek itu laku berkat operasional tol baru di dekat lokasi proyek.

Hingga 2015, perusahaan berkode emiten CTRA itu tengah mengembangkan 36 proyek properti di kota-kota utama di Pulau Jawa dan tahun ini diperkirakan akan lebih banyak proyek yang digarap.

Oleh karena itu, Maybank Kim Eng menilai Ciputra Development akan mendapat berkah paling banyak dari pembangunan infrastruktur.

Pembangunan jaringan tol Trans Jawa ditargetkan selesai pada 2020. Di samping itu, pemancangan tiang perdana proyek kereta cepat, kereta ringan, dan MRT juga telah dimulai. Pembangunan infastruktur diyakini akan menambah nilai proyek-proyek properti.

Sebelumnya, Presiden Direktur CTRA, Candra Ciputra mengatakan perolehan pendapatan pra penjualan tahun ini diprediksi akan sama dengan realisasi sepanjang 2015 sebesar Rp9,2 triliun.

Namun, penjualan bisa lebih tinggi jika suku bunga kredit diturunkan. "Itu sangat berpengaruh sekali terhadap properti," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper