Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RENCANA DELISTING SCPI: Tawarkan Harga Premium, Merck Sharp Masih Sulit Temukan Investor Ritel

Setelah hampir setahun mengumumkan rencana delisting, PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk. masih kesulitan mengumpulkan saham dari para investor publik yang tersisa.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 18 Februari 2015  |  11:10 WIB
RENCANA DELISTING SCPI: Tawarkan Harga Premium, Merck Sharp Masih Sulit Temukan Investor Ritel
Merck Sharp sulit temukan investor ritel. -
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA— Setelah hampir setahun mengumumkan rencana delisting, PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk. masih kesulitan mengumpulkan saham dari para investor publik yang tersisa.

Communication Manager Merck Sharp Dohme Pharma Diah Ira Setyawati mengatakan rencana perseroan untuk delisting sebenarnya telah diajukan sejak tahun lalu. Namun, sampai saat ini emiten berkode SCPI ini mengaku kesulitan menemukan investor publik yang tersisa.

“Sampai sekarang masih ada sekitar 540 pemegang saham ritel yang belum bisa ditemukan,” katanya kepada Bisnis.

Diah melanjutkan, 540 investor tersebut saat ini memegang 1,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh di SCPI atau sekitar 57.300 lembar saham. Perseroan terus melakukan upaya pembelian saham dengan memasang iklan di media cetak dan online.

Sebelumnya, Direktur Merck Sharp Dohme Pharma Novian Zein mengatakan perseroan kesulitan membeli kembali saham investor ritel tersebut karena banyak dari mereka yang pindah rumah sehingga sulit dihubungi. Selain menggandeng PT Bahana Securities, perseroan juga sudah menyewa investigator swasta untuk menemukan investor ritel tersebut.

Guna menarik minat investor ritel agar mau melepaskan kepemilikan sahamnya, perseroan sebenarnya sudah menawarkan harga premium sebesar Rp100.000 per lembar saham.

Novian menuturkan, keinginan perseroan untuk menjadi perusahaan tertutup terutama agar bisa lebih leluasa mengatur operasional. Apalagi, dia juga mengklaim SCPI masih bisa memenuhi kebutuhan dana dari induk usahanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merck sharp dohme pharma
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top