Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HARGA EMAS: Berpotensi Melemah Pekan Ini, Pasokan Meningkat

BISNIS.COM, JAKARTA—Pedagang emas berada dalam situasi paling bearish dalam 3,5 tahun karena harga jatuh ke level terendah sejak 2010, setelah komentar Ketua Federal Reserve, Ben S. BeBrnanke bahwa bank sentral AS mungkin mulai membatasi stimulus.Wahyu

BISNIS.COM, JAKARTA—Pedagang emas berada dalam situasi paling bearish dalam 3,5 tahun karena harga jatuh ke level terendah sejak 2010, setelah komentar Ketua Federal Reserve, Ben S. BeBrnanke bahwa bank sentral AS mungkin mulai membatasi stimulus.

Wahyu Laksono, analis Megagrowth Futures mengatakan emas tetap masih berpotensi bearish, jika harga menembus ke bawah US$1.268, maka akan memacu dorongan bearish lebih lanjut ke area US$1.200 hingga US$1.150 per ounce.

Lima belas analis yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan harga akan turun lagi pekan ini, dengan proporsi 6 bullish dan 6 netral, proporsi terbesar untuk bearish sejak Januari 2010.

Nilai emas merosot di bawah US$1.300 per ounce untuk pertama kalinya sejak September 2010 kemarin. Investor menjual 525,9 ton senilai sekitar US$21,9 miliar dari exchange-traded products (ETPs) tahun ini.

Sementara jumlah pasokan emas naik dua kali lipat sejak 2008 setelah pelonggaran kuantitatif membuat neraca Fed membengkak ke rekor US$3,41 triliun. Bernanke mengatakan pada 19 Juni, bank sentral mungkin mulai mengurangi US$85 miliar pembelian obligasi bulanan pada tahun ini dan akan mengakhiri program pada  2014.

Adapun saat ini nilai emas sedang menuju penurunan tahunan pertama sejak tahun 2000 setelah beberapa investor kehilangan kepercayaan dalam logam sebagai alat lindung nilai.

Frederique Dubrion, presiden dan kepala investasi dari Blue Star Advisors SA, Jenewa, mengatakan, komentar oleh Fed benar-benar menjadi sinyal terakhir yang secara lembut berarti bahwa pasar bullish emas akan berakhir.

"Salah satu daya tarik emas, terutama sejak 2008, adalah karena pelonggaran kuantitatif. Jika mereka [The Fed] akan memperlambat laju pembelian, maka itu bukanlah sinyal yang baik untuk emas," ujarnya seperti dikutip di Bloomberg pada Sabtu (22/6).

Nilai emas mencapai US$1.269,46 per ounce di London pada Sabtu (22/6), terendah sejak September 2010, sebelum rebound untuk penaikan pertama pekan lalu. Adapun sepanjang tahun ini harga merosot 23% menjadi US$1.293,94 kemerosotan terburuk sejak 1981.

Indeks Standard & Poor GSCI dari 24 komoditas turun 5,7% sejak awal Januari dan indeks ekuitas MSCI All-Country World Index (MXWD) naik 3,4%. Menurut perkiraan ekonom yang di survei Bloomberg, pertumbuhan 1,7 persen di ekonomi AS kuartal ini akan bertambah cepat dalam 5 kuartal berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Giras Pasopati
Editor : Ismail Fahmi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper