Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Waswas Independensi The Fed, Harga Emas Melesat

Harga emas naik ke level tertinggi lima pekan karena kekhawatiran independensi The Fed dan pelemahan dolar AS. Investor menunggu data inflasi PCE.
Emas batangan dijual di toko Gold Investments Ltd. di London, Inggris. / Bloomberg-Chris Ratcliffe
Emas batangan dijual di toko Gold Investments Ltd. di London, Inggris. / Bloomberg-Chris Ratcliffe

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas menguat ke level tertinggi dalam lima pekan terakhir di tengah kekhawatiran atas independensi bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve dan pelemahan dolar AS serta aliran investasi ke aset aman. 

Melansir Reuters pada Jumat (29/8/2025), harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi US$3.416,14 per troy ounce, level tertinggi sejak 23 Juli. Adapun harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember bergerak di level US$3.466,10 per troy ounce.

Indeks dolar AS melemah 0,5%, membuat emas yang diperdagangkan dalam greenback menjadi lebih terjangkau bagi pembeli di luar negeri.

“Emas terus mendaki secara perlahan selama lebih dari sepekan, sebagian karena meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi The Fed. Tekanan Trump menimbulkan keresahan bahwa FOMC bisa memangkas suku bunga lebih cepat dan mempertahankannya lebih rendah lebih lama, yang pada akhirnya menguntungkan emas,” ujar pedagang logam independen Tai Wong.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan lebih dari 87% peluang adanya pemangkasan suku bunga seperempat poin pada pertemuan The Fed bulan September.

Investor kini menunggu rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat, yang menjadi indikator utama inflasi bagi bank sentral AS.

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung bersinar dalam lingkungan suku bunga rendah maupun saat ketidakpastian ekonomi meningkat.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Lisa Cook mengajukan gugatan hukum dengan alasan Presiden AS Donald Trump tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikannya, membuka potensi pertarungan hukum yang dapat mengubah norma lama terkait independensi bank sentral AS.

“Dalam jangka pendek, prospek emas cenderung bullish. Saya memperkirakan harga bisa menyentuh sekitar US$3.700 pada akhir tahun ini,” kata Daniel Pavilonis, analis senior di RJO Futures.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,2% menjadi US$39,09 per ounce, level tertinggi sejak 25 Juli. 

“Perak mencatat kinerja kuat pada kuartal ini, tetapi momentumnya sempat melemah di Agustus dan kini menunggu pemicu baru. Banyak yang percaya perak akan melejit ke atas US$40, seiring emas mencetak rekor baru,” tambah Wong.

Sementara itu, platina naik hampir 1% ke US$1.359,70 per ounce, sedangkan paladium menguat 0,8% ke US$1.100,53 per ounce.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Reuters
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro