Bisnis.com, JAKARTA – PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk. (YUPI) bersiap mengeksekusi rencana ekspansi yang telah disusun setelah meraih dana segar senilai Rp2,04 triliun melalui aksi penawaran umum perdana saham atau IPO.
YUPI tercatat melepas 854.448.900 saham atau setara dengan 10% dari total modal kepada publik dengan banderol IPO sebesar Rp2.390 per saham. Dengan mahar tersebut, perseroan mampu menghimpun dana senilai Rp2,04 triliun.
Direktur Utama YUPI Yohanes Teja mengatakan bahwa dana IPO akan difokuskan untuk membangun pabrik baru di Nganjuk, Jawa Timur, serta sebagai modal ekspansi bisnis baik ke pasar domestik maupun internasional.
“Melalui strategi ekspansi yang matang, kami yakin YUPI akan memperluas jejaknya di pasar global sambil terus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar di dalam negeri,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip pada Rabu (26/3/2025).
YUPI, kata Teja, juga akan menargetkan pertumbuhan pasar di segmen anak-anak, generasi muda, hingga orang dewasa guna memacu pertumbuhan pasar di dalam negeri sekaligus mempercepat penetrasi di pasar global.
Langkah itu diyakini akan memperkuat bisnis perusahaan. Teja menuturkan laba YUPI selama 2021-2023 mencatat pertumbuhan rata-rata 19,6% dengan rerata kenaikan pendapatan bersih mencapai 16,3%.
Baca Juga
“Dengan strategi yang jelas, YUPI optimistis dapat terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, serta memperluas jangkauan di pasar global,” ucap Teja.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana memandang prospek YUPI cukup menarik karena didorong oleh fundamental yang solid dan masuknya Affinity Equity sebagai pengendali baru perseroan.
“Fundamentalnya bagus banget. Jadi private equity masuk ke pasar modal kita. Bayangin, Affinity itu nanti akan menjadi pengendali dan itu bagus buat negara kita,” ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (25/3/2025.
Oki menambahkan bahwa YUPI juga merupakan pemimpin pasar dalam kategori soft candy. Merujuk pada prospektus perseroan, pangsa pasar YUPI di Indonesia mencapai 67%, Malaysia 21%, Singapura 17%, dan Thailand sebesar 23%.
Sementara itu, hingga kuartal III/2024, YUPI mencatat kinerja pendapatan sebesar Rp2,4 triliun dengan laba bersih mencapai Rp484,25 miliar. Perolehan laba itu meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yakni Rp440,44 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, perseroan memiliki total aset sebesar Rp2,6 triliun. Perinciannya, ekuitas sebesar Rp2,1 triliun dan liabilitas mencapai Rp581,23 miliar.
“Mereka [YUPI] jadi pemimpin pasar di Indonesia dan juga Asia Tenggara. Jadi, IPO-IPO seperti ini, yang fundamentalnya bagus dan growth story-nya bagus, itu yang akan kami bawa terus,” ungkap Oki.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.