Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan dalam risetnya memproyeksikan pada perdagangan pekan ini, atau periode perdagangan jelang libur Lebaran, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 6.100-6.370.
Sejumlah sentimen menyertai pergerakan IHSG pekan ini. Dari luar negeri misalnya, pasar akan disibukan dengan data indeks manufaktur dari sejumlah negara, termasuk Jepang, India, Jerman, Uni Eropa, Inggris dan AS.
Pasar juga menantikan data US Consumer Confidence dan penjulalan properti, serta bacaan final realisasi pertumbuhan ekonomi keseluruhan 2024. Data-data tersebut diyakini akan memengaruhi pandangan pasar terhadap arah kebijakan The Fed.
"Dari dalam negeri, kebijakan OJK yang memperbolehkan buyback tanpa RUPS [rapat umum pemegang saham] nampaknya masih memerlukan waktu sebelum berdampak pada IHSG," tulis Valdy.
Di sisi lain, pasar juga masih berharap terhadap obat dari Pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kepercayaan diri pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia.
Sementara, Community & Retail Equity Analyst Lead PT Indo Premier Sekuritas Angga Septianus mengatakan pasar minim sentimen menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Adapun, pekan ini perdagangan saham hanya akan berlangsung selama empat hari.
Baca Juga
Ia menilai pada perdagangan pekan ini, terdapat dua data yang menjadi perhatian investor di pasar saham.
Pertama, data inflasi PCE AS yang akan dirilis pada pekan ini dan diharapkan dapat mendekati target inflasi 2%.
Kedua, data nilai tukar rupiah yang masih dalam tekanan seiring masih derasnya aksi jual asing pada pasar saham serta obligasi atau surat utang.
Selain itu, risiko pelemahan rupiah lanjutan dapat terjadi seiring risiko repatriasi asing, setelah mendapatkan dividen dari emiten-emiten pembagi dividen, terutama perbankan.