Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tren Harga Minyak Mentah Menurun di Kala Kesepakatan Israel-Hamas

Walaupun harga minyak tengah menguat, komoditas ini mengalami penurunan terbesar dalam hampir dua minggu.
Kilang minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) Amuay di Kompleks Kilang Paraguana di Punto Fijo, Negara Bagian Falcon, Venezuela, pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023./Bloomberg
Kilang minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) Amuay di Kompleks Kilang Paraguana di Punto Fijo, Negara Bagian Falcon, Venezuela, pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023./Bloomberg

Bisnis.comJAKARTA - Walaupun harga minyak tengah menguat, komoditas ini mengalami penurunan terbesar dalam hampir dua minggu. Hal ini diakibatkan diskusi senjata di Timur Tengah mengurangi premi risiko minyak mentah. 

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (30/4/2024) harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni 2024 menguat 0,28% atau 0,23 poin menjadi US$82,86 per barel pada pukul 16.07 WIB.

Kemudian, harga minyak Brent kontrak Juni 2024 menguat 0,24% atau 0,21 poin ke US$88,61 per barel pada pukul 16.05 WIB.

Kesenjangan antara Israel dan Hamas dalam pembebasan sandera telah menyempit dalam beberapa pekan terakhir. Menurut sumber, kesepakatan antara keduanya juga telah tercapai.

Kemudian, harga minyak mentah diperkirakan akan mencapai kenaikan bulanan keempat sejak pada pertengahan April 2024 menyusul serangan Iran terhadap Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Adapun, konflik di Timur Tengah dan Ukraina serta pembatasan OPEC+ telah meningkatkan harga, walaupun ketidakpastian mengenai kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan tingginya persediaan di pasar produk termasuk solar membebani prospek permintaan. 

Di lain sisi, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, dalam kunjungan ke Timur Tengah mendesak para pemimin kelompok Hamas untuk segera mengambil keputusan mengenai persyaratan gencatan senjata Israel. 

“Kami telah melihat harga minyak mentah sedikit melemah untuk mengantisipasi pemulihan hubungan, namun harga sekarang mungkin akan tetap berada pada kisaran tertentu sampai hasil dari gencatan senjata diketahui,” Jelas pendiri Vanda Insights di Singapura, Vandana Hari.

Lanjutnya, jika kesepakatan terjadi, ia memperkirakan harga minyak mentah akan menurun ke US$80 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper