Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ifishdeco (IFSH) Targetkan Produksi Bijih Nikel 2,2 juta ton 2024

Emiten nikel PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) menargerkan produksi bijih nikel menjadi sebesar 2,20 juta ton sepanjang 2024.
Ilustrasi produk nikel PT Ifishdeco Tbk. (IFSH)./ perseroan
Ilustrasi produk nikel PT Ifishdeco Tbk. (IFSH)./ perseroan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten nikel PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) menargerkan produksi bijih nikel menjadi sebesar 2,20 juta ton sepanjang 2024. Peningkatan dan rencana tersebut akan dibiayai dana dari rights issue. 

Direktur IFSH Agus Prasetyo mengatakan pihaknya menargetkan peningkatan produksi nikel hingga 2026 secara bertahap. Tahun ini, bijih nikel yang diproduksi IFSH akan berada di posisi 2,20 juta ton. 

“Kemudian target produksi bijih nikel Ifishdeco ini meningkat menjadi 2.247.035 ton pada 2025, dan ditargetkan tumbuh maksimal menjadi 2.291.975 ton pada tahun 2026,” kata Agus dalam keterangan resmi, Jumat (29/3/2024). 

Adapun sampai dengan saat ini, lahan konsesi Ifishdeco terletak di Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Total luas lahan yang dimiliki Ifishdeco adalah 2.580 Hektar dan IUP Operasi/Produksi adalah 800 hektar.

Di sisi lain, Agus menyebut IFSH memperkirakan permintaan nikel dunia akan terus meningkat seiring dengan tingginya permintaan terhadap kendaraan listrik. IFSH melihat potensi peningkatan permintaan nikel menjadi opportunity bagi keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.  

“Rencana aksi korporasi Perseroan tersebut selain ditunjang oleh prospek industri nikel di tanah air yang masih cerah, aksi ini juga seiring dengan permintaan produk nikel yang tetap tinggi,” kata dia.

Guna dapat melakukan aksi tersebut, IFSH berencana menggalang dana segar melalui rights issue 425 juta saham baru.

Direktur Ifishdeco Muhammad Ishaq mengungkapkan IFSH bermaksud menyampaikan kepada pemegang saham bahwa IFSH akan melaksanakan PMHMETD dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 425.000.000 saham baru atau sebesar 20% dari total saham yang beredar dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham baru.

“Rencana PMHMETD ini akan dimintakan persetujuan para pemegang saham Perseroan dalam RUPSLB yang akan dilaksanakan pada 30 April 2024. Ketentuan sehubungan dengan PMHMETD, termasuk harga pelaksanaan PMHMETD dan jumlah final saham akan ditentukan kemudian," katanya.

Muhammad menjelaskan, rencana PMHMETD yang dilakukan diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan dalam rangka pengembangan usaha dengan mengundang calon investor baru, baik lokal maupun asing untuk berpartisipasi dalam investasi modal sehingga memberikan nilai tambah bagi kinerja.

IFSH bermaksud akan menggunakan seluruh dana hasil PMHMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, untuk keperluan modal kerja dan pengembangan usaha. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper