Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Erick Thohir Usul 16 BUMN Terima PMN Rp44,24 Triliun 2025, Cek Daftarnya

Erick Thohir mengusulkan nilai PMN untuk 16 BUMN pada 2025 mencapai Rp44,24 triliun.
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) didampingi Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Wakil Menteri BUMN II Rosan Roeslani (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9/2023). Rapat tersebut menyetujui penyesuaian rencana kerja dan anggaran (RKA) Kementerian BUMN Tahun 2024 dengan pagu anggaran sebesar Rp308,016 miliar. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) didampingi Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo (kiri) dan Wakil Menteri BUMN II Rosan Roeslani (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9/2023). Rapat tersebut menyetujui penyesuaian rencana kerja dan anggaran (RKA) Kementerian BUMN Tahun 2024 dengan pagu anggaran sebesar Rp308,016 miliar. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mengusulkan nilai Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk 16 perusahaan pelat merah pada 2025 mencapai Rp44,24 triliun.

“Untuk APBN 2025, secara PMN kami mengusulkan Rp44 triliun,” ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2024).

Erick mengatakan bahwa dari nilai tersebut, PT Hutama Karya (Persero) akan mendapatkan injeksi modal terbanyak yakni Rp13,86 triliun. Dana itu rencananya digunakan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) fase 2 dan 3. 

Posisi berikutnya adalah PT Asabri (Persero) yang diusulkan meraih PMN senilai Rp3,61 triliun pada 2025 untuk memperbaiki struktur permodalan. Erick menuturkan usulan ini masih dalam tahap negosiasi dengan Kementerian Keuangan. 

“Ini yang masih negosiasi dengan Kementerian Keuangan mengenai perbaikan permodalan Asabri, yang kalau kemarin itu top up secara struktur, ini ada PMN tetapi kita masih nego karena kami minta seperti yang kemarin untuk di-top up, bukan PMN,” kata Erick. 

Daftar selanjutnya yakni PT PLN (Persero) yang rencananya mendapatkan suntikan PMN senilai Rp3 triliun untuk program listrik desa. Adapun, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) atau IFG diusulkan meraih Rp3 triliun guna penguatan permodalan KUR. 

Selanjutnya, BUMN Pelni dan Biofarma masing-masing diusulkan meraih PMN sebesar Rp2,5 triliun dan Rp2,21 triliun. Dana tersebut akan digunakan Pelni untuk pengadaan kapal baru, sementara Biofarma ditujukan sebagai fasilitas belanja modal baru. 

Berikut daftar 16 BUMN yang diusulkan meraih PMN untuk APBN tahun 2025:

  1. Hutama Karya: Rp13,86 triliun
  2. Asabri: Rp3,61 triliun
  3. PLN: Rp3 triliun
  4. IFG – Bahana PUI: Rp3 triliun 
  5. Pelni: Rp2,5 triliun
  6. Biofarma: Rp2,21 triliun
  7. Adhi Karya: Rp2,09 triliun
  8. Wijaya Karya: Rp2 triliun
  9. Len Industri: Rp2 triliun
  10. Danareksa: Rp2 triliun
  11. Kereta Api Indonesia: Rp1,8 triliun
  12. Id Food: Rp1,62 triliun
  13. PT PP (Persero): Rp1,56 triliun
  14. Perum Damri: Rp1 triliun
  15. Perumnas: Rp1 triliun
  16. INKA: Rp976 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper