Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Konsumer dan Ritel Diproyeksi Ketiban Berkah Ramadan, Bagaimana IHSG?

Analis melihat momentum Ramadan akan menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan ritel dan konsumer di Bursa.
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Momentum Ramadan diperkirakan mampu menggenjot daya beli masyarakat dan menguntungkan sebagian saham di Bursa. Lalu, bagaimana dampak dari bulan suci umat Islam ini terhadap IHSG?

Equity Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian menjelaskan secara historis, momentum Ramadan berpotensi akan menggenjot penjualan dari perusahaan-perusahaan konsumer dan retail. Hal ini karena konsumsi masyarakat dan peredaran uang menjadi lebih tinggi pada momentum Ramadan dan Lebaran. 

"Namun, investor juga perlu mencermati harga saham emiten retail yang telah mengalami kenaikan sejak awal tahun," kata Ayu, dihubungi Rabu (6/3/2024). 

Dengan momentum ini, Reliance Sekuritas merekomendasikan untuk buy pada saham AMRT dan MIDI, dengan target harga masing-masing di level Rp2.900 dan Rp490.

Sementara itu, lanjut Ayu, pada Maret ini sentimen dari IHSG akan cenderung didorong oleh rilis laporan keuangan dan pembagian dividen dari emiten.

Associate Director of Investment and Research Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan selama Ramadan biasanya total transaksi baik saham maupun obligasi akan mengalami penurunan. Meski demikian, kata dia, semua akan kembali kepada sentimen yang mengiringi pergerakan pasar. 

"Apabila sentimen tersebut menarik, maka kami menyakini bahwa total transaksi akan mengalami peningkatan," tuturnya. 

Menurutnya, rotasi saham saat Ramadan juga akan memberikan dampak yang positif bagi IHSG. Hal ini karena terdapat beberapa variabel yang positif bagi pasar menjelang lebaran, sehingga seharusnya mampu memberikan dorongan bagi IHSG.

Adapun menurut Nico, sentimen terhadap IHSG akan datang dari hasil penghitungan pemilu pada akhir Maret 2024 mendatang. Selain itu, kata Nico, sikap dari masing-masing calon presiden dan wakil presiden menurutnya juga akan menjadi penggerak pasar pada akhir bulan nanti. 

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menjelaskan saat Ramadan, terdapat beberapa sektor yang berpeluang mendulang keuntungan. Sektor-sektor tersebut seperti sektor cyclicals, khususnya retail. 

"Lalu sektor non-cyclicals seperti food and beverages, poultry, dan CPO," kata Martha, Rabu (6/3/2024). 

Mirae Asset Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk momentum Ramadan ini, seperti MAPI, MAPA, dan CPIN.

Adapun pada Ramadan nanti, dia memperkirakan IHSG akan berada pada level 7.200-7.400. Selain momentum Ramadan, dari domestik gerak IHSG akan dipengaruhi oleh musim laporan keuangan dan pengumuman dividen dari emiten-emiten di pasar modal. 

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan saham-saham yang berhubungan dengan consumer goods, ritel, telekomunikasi, transportasi dan logistik akan mengalami kenaikan saat Ramadan. 

"Tingginya konsumsi dan daya beli akan mendorong consumer goods dan ritel mengalami kenaikan," ujar Nico.

Selain itu, momentum Ramadan dengan libur Idulfitri juga menurutnya akan mendorong peningkatan mobile data. Di sisi lain, keinginan mudi dan peningkatan transaksi akan mendorong sektor transportasi dan logistik mengalami kenaikan. 

Adapun Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan beberapa saham selama Ramadan. Di sektor consumer goods, Pilarmas Sekuritas merekomendasikan saham INDF, ICBP, dan ULTJ. 

Lalu pada sektor ritel, Pilarmas Sekuritas merekomendasikan ACES, ERAA, MAPI, LPPF, dan MAPA. Di sektor telekomunikasi, saham-saham pilihan Pilarmas Sekuritas adalah EXCL dan TLKM, sementara di sektor transportasi dan logistik adalah JSMR dan ASSA.

-----------------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper