Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Emiten Pengelola Starbucks MAPB Mundur

Emiten pengelola gerai Starbucks Map Boga Adiperkasa (MAPB) melaporkan Direktur Utama Anthony Cottan mengajukan pengunduran diri dari MAPB.
Suasana gerai Starbuks yang dikelola PT MAP Boga Adiperkasa Tbk./starbucks.co.id
Suasana gerai Starbuks yang dikelola PT MAP Boga Adiperkasa Tbk./starbucks.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Map Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) Anthony Cottan mengajukan pengunduran dirinya dari emiten pengelola franchise Starbucks di Indonesia tersebut.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen MAPB menuturkan MAP Boga Adiperkasa telah menerima surat pengunduran diri dari Anthony Cottan dari jabatannya selaku Direktur Utama MAPB. Surat pengunduran diri ini diajukan pada 27 Februari 2024. 

"Pada hari Selasa, 27 Februari 2024, perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Anthony Cottan dari jabatannya selaku Direktur Utama perseroan, efektif terhitung sejak tanggal surat pengunduran dirinya," tulis Corporate Secretary MAPB, Liryawati dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (1/3/2024). 

Sebagaimana diketahui, MAPB merupakan emiten pengelola jaringan waralaba Starbucks di Indonesia. MAPB merupakan bagian dari Grup Mitra Adiperkasa atau MAPI. 

Starbucks menjadi salah satu perusahaan yang tertekan akibat aksi boikot imbas perang Israel-Palestina. Seruan untuk memboikot Starbucks telah lama diserukan sebelum aksi boikot ini, karena mantan CEO Starbucks Howard Schultz merupakan pendukung vokal terhadap penjajahan Israel. 

Adapun pada perdagangan hari ini, Jumat (1/3/2024), saham MAPB ditutup stagnan pada level Rp1.975 per saham. Saham MAPB diperdagangkan pada rentang Rp1.920-Rp1.975 sepanjang perdagangan. Saham MAPB tercatat telah menguat 1,80% sejak awal tahun hingga saat ini. 

Adapun selain Starbucks, MAPB juga mengoperasikan jaringan waralaba Pizza Marzano, Krispy Kreme, Godiva Chocolatier, Cold Stone Creamery, Genki Sushi, Paul Bakery, dan Subway.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper