Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ORI025 Laris Terjual Rp21,64 Triliun Sehari Jelang Penutupan

ORI025 telah terjual sekitar Rp21,64 triliun sehari jelang masa penutupan penawaran 22 Februari 2024.
Warga mencari informasi terkait Obligasi Negara Ritel (ORI) di laman Kementerian Keuangan. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga mencari informasi terkait Obligasi Negara Ritel (ORI) di laman Kementerian Keuangan. Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI025 telah terjual sekitar Rp21,64 triliun per Rabu (21/2/2024) atau sehari jelang penutupan masa penawaran besok 22 Februari 2024 pukul 10.00 WIB. Total kuota ORI025 sebesar Rp25 triliun.

Adapun, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) menawarkan ORI025 mulai 29 Januari 2024 hingga 22 Februari 2024. ORI025 meluncur dalam dua seri, yaitu 0RI025-T3 dengan tenor 3 tahun dan ORI025-T6 dengan tenor 6 tahun.

Mengacu data salah satu mitra distribusi PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) per Rabu (21/2/2024) pukul 11.30 WIB, secara rinci, ORI025-T3 telah terjual sekitar Rp17,58 triliun atau 92,57% dari kuota penawaran yang per hari ini dinaikkan jadi Rp19 triliun. Alhasil, kuota pembelian ORI025-T3 tersisa Rp1,40 triliun.

Selanjutnya, ORI025-T6 telah terjual sekitar Rp4,06 triliun atau 67,67% dari kuota yang kini menjadi Rp6 triliun. Artinya, kuota pembelian ORI025-T6 masih tersisa Rp1,93 triliun.

Alhasil, dengan gabungan dari kedua seri maka total penjualan ORI025 tembus Rp21,64 triliun. Adapun, dari data penjualan tersebut menunjukkan bahwa ORI025-T3 tenor 3 tahun jauh lebih diminati investor dibanding ORI025-T6 dengan tenor 6 tahun.

Head of Fixed Income Research Sinarmas AM Fikri Syuhada mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menargetkan penjualan SBN ritel 2024 di kisaran Rp100 triliun hingga Rp160 triliun. Totalnya ada 8 seri SBN ritel yang siap meluncur tahun 2024, termasuk ORI, SR, ST dan SBR.

"Berdasarkan angka tersebut kami melihat penerbitan SBN ritel di akhir 2024 bisa mencapai lebih dari 150 triliun," ujar Fikri kepada Bisnis dikutip Rabu (21/2/2024).

Alhasil, penerbitan SBN ritel hingga akhir tahun 2024 diprediksi lebih tinggi dibandingkan per akhir tahun 2023, dengan realisasi penerbitan SBN ritel sebesar Rp147,42 triliun dari 7 seri yang ditawarkan tahun lalu.

Sebagai informasi, ORI025-T3 tenor 3 tahun ditawarkan dengan kupon 6,25% per tahun, dan jatuh tempo pada 15 Februari 2027.

Sementara itu, ORI025-T6 tenor 6 tahun ditawarkan dengan kupon 6,40%, dan jatuh tempo pada 15 Februari 2030. Keduanya merupakan jenis kupon tetap atau fixed rate.

Minimal pemesanan kedua seri tersebut sebesar Rp1 juta, berlaku kelipatan. Maksimal pemesanan ORI025-T3 sebesar Rp5 miliar, sedangkan untuk ORI025-T6 maksimal pemesanannya Rp10 miliar.

DJPPR Kemenkeu dalam laman resminya mengatakan, keuntungan berinvestasi ORI025 yaitu memiliki kupon dengan tingkat bunga tetap sampai pada waktu jatuh tempo, serta dijamin oleh Undang-Undang.

Selain itu, kupon ORI025 ditawarkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN, dan akan dibayarkan setiap bulan.

Sehari jelang penutupan, bagi investor yang ingin membeli ORI025 terdapat 27 mitra distribusi (midis), di antaranya Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank DBS Indonesia, BRI Danareksa Sekuritas, hingga Bibit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper