Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Dibuka Loyo ke Rp15.660 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS

Mata uang rupiah dibuka melemah ke Rp15.660 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (16/12/2024).
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Selasa (5/9/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Selasa (5/9/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Mata uang rupiah dibuka melemah ke Rp15.660 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (16/12/2024). Saat ini pasar berfokus pada data pengangguran dan penjualan AS yang akan dirilis.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah bergerak turun 0,24% atau 37 poin ke level Rp15.660 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terpantau melambung 0,10% ke level 104,272.

Mata uang kawasan Asia lainnya bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,09%, dolar Hong Kong melemah 0,02%, dolar Singapura turun 0,05%, rupee India melemah 0,02%, dan Baht Thailand melemah 0,11%. 

Kemudian ringgit Malaysia naik 0,04%, yuan China naik 0,04%, peso Filipina menguat 0,17% dan won Korea naik 0,04%. 

Sebelumnya, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan  tukar rupiah pada Jumat (15/2/2024) akan bergerak fluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang Rp15.600 hingga Rp15.670 per dolar.  

Dia menjelaskan sejumlah pejabat Fed memperingati inflasi tinggi akan menghalangi penurunan suku bunga lebih awal. Berdasarkan CME Fedwatch, para pelaku pasar terus mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada Mei dan Juni. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait kapan The Fed akan mulai memangkas suku bunga. 

“Meski bank sentral telah memberi isyarat bahwa akan menurunkan suku bunga tahun ini, tetapi mereka hanya memberikan sedikit petunjuk mengenai potensi waktu dan skala pemotongan tersebut,” ujar Ibrahim dalam riset yang dipublikasikan pada Kamis (15/2/2024). 

Menurutnya, data penjualan dan klaim pengangguran AS yang akan rilis, menjadi fokus untuk mengetahui lebih banyak isyarat dari negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini. Adapun data indeks harga produsen juga akan memberikan petunjuk terkait jalur inflasi. 

Dari dalam negeri, Ibrahim menuturkan kemenangan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, versi hitung cepat alias quick count sudah dapat diprediksi. Pasalnya, jauh-jauh hari sebelum pemungutan berlangsung, mayoritas lembaga survei telah mengungkap tanda-tanda kemenangan Prabowo-Gibran bahkan untuk satu putaran. 

Selain itu, pasangan ini didukung oleh mayoritas partai di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Secara de facto paslon ini didukung Jokowi, meski secara de jure alias legal formal, Presiden selalu menyatakan netralitasnya dalam Pilpres 2024. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper