Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Tergelincir Tertekan Penguatan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS

Harga emas tergelincir pada penutupan Jumat (2/2/2024), karena dolar dan imbal hasil obligasi AS melonjak setelah laporan nonfarm payrolls AS yang kuat.
Ilustrasi emas global/Pexels.
Ilustrasi emas global/Pexels.

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas tergelincir pada penutupan Jumat (2/2/2024) waktu setempat, karena dolar dan imbal hasil obligasi AS melonjak setelah laporan nonfarm payrolls AS yang kuat menciptakan ketidakpastian mengenai apakah Federal Reserve akan segera mulai memangkas suku bunga.

Harga emas di pasar spot turun 0,8% ke level US$2,038.59 per ons, tetapi harga naik hampir 1% selama seminggu dan bertahan di atas level utama US$2.000 sejak awal tahun. Sementara emas berjangka AS ditutup 0,8% lebih rendah pada US$2053,7.

Indeks dolar (.DXY) naik 0,9%, membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun juga tercatat naik.

Pengusaha di AS menambahkan 353.000 pekerjaan pada bulan Januari, mengalahkan perkiraan ekonom sebanyak 180.000. Perekonomian yang tangguh dan produktivitas pekerja yang kuat mendorong dunia usaha untuk merekrut dan mempertahankan lebih banyak karyawan, sebuah tren yang dapat melindungi perekonomian dari resesi tahun ini.

Dengan penurunan kurang dari 1% sejak data tersebut dirilis, emas "bertahan seperti teritip meskipun ada laporan ketenagakerjaan yang sangat besar," kata Tai Wong, seorang analis logam independen yang berbasis di New York dikutip Reuters.

“Tetapi kita mungkin perlu menunggu sebentar dan melihat apakah harga emas turun jauh lebih rendah,” tambah Wong.

Menurut CME Fed Watch Tool, para pedagang kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS sebesar 70% di bulan Mei, dibandingkan dengan 92% sebelum data dirilis. Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Ketua Fed Jerome Powell minggu ini menolak gagasan penurunan suku bunga di musim semi, namun menyuarakan keyakinan bahwa inflasi akan kembali ke target 2%.

"Jika suku bunga ini tetap di tempatnya dan ada ketidakjelasan mengenai hal tersebut, kemungkinan besar kita akan melihat kondisi yang agak kelu bagi kenaikan emas," kata ahli strategi pasar WGC Joseph Cavatoni.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak spot melemah 2% menjadi US$22,7 per ounce, harga platinum turun 2,1% menjadi US$894,50 dan paladium turun 1,4% menjadi US$949,05.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper