Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GOTO Bisa Rugi Rp88,05 Triliun Karena Goodwill Usai Lepas Tokopedia, Apa Itu?

GOTO mengeluarkan laporan keuangan proforma kuartal III/2023 dan mencatatkan rugi Rp88,05 triliun akibat goodwill.
Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pengemudi ojek online (ojol) menunjukan logo GoTo di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengeluarkan laporan keuangan proforma dengan mengecualikan Tokopedia setelah resmi menyelesaikan transaksi pelepasan saham Tokopedia ke TikTok. Dalam laporan proforma tersebut, GOTO mencatatkan rugi Rp88,05 triliun di kuartal III/2023.

GOTO menyebutkan rugi bersih sebesar Rp88,05 triliun pada angka proforma kinerja keuangan Grup GOTO tanpa Tokopedia per kuartal III/2023. Angka kerugian tersebut didapati setelah melakukan penyesuaian dan eliminasi lainnya sebesar Rp81,3 triliun.

Angka penyesuaian dan eliminasi lainnya sebesar Rp81,3 triliun tersebut memasukkan pembalikan goodwill sebesar Rp76,6 triliun. Dengan hasil tersebut, rugi bersih GOTO periode berjalan dengan mengecualikan Tokopedia mencapai Rp88,05 triliun.

Perlu dicatat, kerugian sebesar Rp88,05 triliun tersebut merupakan hasil dari laporan laba-rugi proforma. Laporan proforma ini tidak menunjukan kinerja keuangan sesungguhnya dari Grup GOTO yang telah dilaporkan pada Oktober 2023.

Penyesuaian yang dilakukan GOTO, termasuk pembalikan goodwill, merupakan penyesuaian akuntansi dan tidak mencerminkan kinerja bisnis GOTO yang sebenarnya.

Melansir Investopedia, goodwill merupakan aset tak berwujud yang terkait dengan pembelian satu perusahaan oleh perusahaan lain. Nilai dari nama perusahaan, reputasi merek, basis pelanggan, layanan pelanggan yang baik, hubungan karyawan, dan teknologi merupakan aspek-aspek dari goodwill.

Namun, nilai tinggi goodwill tidak selalu mencerminkan perusahaan tersebut saat ini sukses secara finansial. Goodwill lebih mencerminkan harapan jika investasi tersebut akan memberikan keuntungan di masa depan.

Adapun pada kuartal III/2023, GOTO mencatatkan rugi sebesar Rp9,5 triliun, atau turun 53% secara tahunan atau year on year dari Rp20,32 triliun.

Penurunan rugi bersih GOTO disebabkan kinerja pendapatan yang mengalami kenaikan. Emiten teknologi itu tercatat mencetak pendapatan bersih GOTO yang meningkat menjadi Rp10,5 triliun pada 9 bulan 2023, naik 31,9% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8 triliun.

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Farras Farhan dan Laurencia Hiemas dalam risetnya menjelaskan dengan 75% saham Tokopedia diakuisisi oleh TikTok, Tokopedia pasti akan dikeluarkan dari lini pendapatan GOTO. Hal tersebut menurut Samuel yang mungkin akan dimulai pada laporan keuangan GOTO di kuartal IV/2023 atau kuartal I/2024.

"Namun, hal ini akan memungkinkan GOTO menghapus Tokopedia dari laba dan rugi konsolidasinya, yang akan membantu mengurangi kerugian bersihnya di masa depan," tulis Samuel Sekuritas.

Dengan hadirnya TikTok, Samuel Sekuritas berharap Tokopedia dapat membukukan EBITDA positif, yang akan berkontribusi terhadap keuntungan GOTO.

"Namun, ada juga potensi hal negatif dari transaksi ini, GOTO mungkin harus menurunkan nilai goodwill-nya, yang akan semakin mengurangi nilai bukunya," tutur Samuel Sekuritas.

Sebagai informasi, Transaksi pengambil alihan pengendali atas Tokopedia dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) ke TikTok telah rampung. Dengan demikian, porsi kepemilikan GOTO ke Tokopedia menyusut menjadi 25%.

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan oleh GOTO, disebutkan bahwa 75,01% saham Tokopedia resmi dimiliki TikTok.  Lalu sisa 24,99% saham tetap dimiliki oleh GOTO. Saham yang diserap oleh Tiktok adalah saham baru yang diterbitkan oleh Tokopedia.

Dengan begitu, saham Tokopedia yang semula berjumlah 12,72 juta bertambah menjadi 50,91 juta. Tiktok menyerap sebanyak 38,19 juta saham baru.

Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo mengatakan transaksi kerja sama dengan TikTok melalui Tokopedia akan terus memberikan manfaat kepada Indonesia dan para pelaku UMKM.

“Ini juga merupakan langkah besar bagi Grup GoTo. Setelah mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal keempat 2023, kami akan mengakselerasi pertumbuhan kami, salah satunya melalui dukungan dan kerjasama dengan ekosistem mitra bisnis perseroan,” tegasnya dalam keterangan resmi, Kamis (1/2/2024).

Dia menambahkan dengan adanya perbaikan arus kas GoTo, Goto akan mengoptimalkan penggunaan modal dan sedang menyusun rencana alokasi modal ke depan.

“Rencana tersebut mencakup beberapa inisiatif termasuk kemungkinan dilakukannya pembelian kembali (buyback) saham, di mana hal ini akan bergantung pada persetujuan regulator dan pemegang saham,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper