Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cak Imin Mau Naikkan Pajak Buat Bos Djarum, Anthoni Salim dan Prajogo Pangestu

Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berjanji bakal menaikkan pajak bagi konglomerat Indonesia seperti pemilik Grup Djarum, Anthoni Salim hingga Prajogo Pangestu.
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kanan) memberikan penjelasan kepada awak media usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim (kanan) memberikan penjelasan kepada awak media usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa, di Jakarta, Rabu (29/5/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berjanji bakal menaikkan pajak bagi konglomerat Indonesia seperti pemilik Grup Djarum, Anthoni Salim hingga Prajogo Pangestu.

Ketum PKB itu menyoroti kekayaan para konglomerat di Tanah Air. Pasalnya Cak Imin berpendapat pemerintah harus lebih intensif untuk memajaki 100 orang paling kaya di Indonesia, sembari mengurangi pajak kelas menengah. Pendapat itu berdasar pada ketimpangan ekonomi yang menurutnya dianggap makin mengkhawatirkan.

“Bayangkan 100 orang Indonesia kekayaannya di atas 100 juta jumlah penduduk Indonesia. Artinya ini keadaan yang tidak adil ini yang harus kita slepet,” kata Cak Imin saat menyampaikan visinya dalam Debat Cawapres di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (22/12/2023)

Berdasarkan daftar terbaru Forbes, Hartono bersaudara alias Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono bertahan pada posisi pertama, dengan harta kekayaan tercatat sebesar US$48 miliar atau sekitar Rp745 triliun.

Beberapa sumber cuan Hartono bersaudara di antaranya berasal dari perusahaan rokok Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), PT Global Niaga Tbk. (BELI), hingga Polytron.

Posisi orang terkaya RI selanjutnya dihuni oleh konglomerat Prajogo Pangestu yang namanya santer terdengar di kalangan investor berkat emiten barunya, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dengan market cap Rp1.003,4 triliun dalam waktu dua bulan sejak perdana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2023.

Adapun, kapitalisasi pasar BREN milik Prajogo Pangestu sempat berkejaran dengan BBCA milik Hartono bersaudara yang kini sebesar Rp1.149,4 triliun. 

Sederet pundi-pundi cuan Prajogo Pangestu lainnya yakni PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), hingga PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA). Alhasil, kekayaan Prajogo melojak lebih dari 8 kali lipat, menjadi US$43,7 miliar sekitar Rp678 triliun, dari US$5,1 miliar pada tahun lalu.

Kekayaan Prajogo Pangestu menyalip konglomerat pertambangan Low Tuck Kwong yang kini berada di posisi ketiga. Namun, kekayaan Low Tuck Kwong naik menjadi US$27,2 miliar atau sekitar Rp422 triliun karena penjualan batu bara di PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) miliknya mengalami peningkatan.

Posisi selanjutnya diisi oleh Keluarga Widjaja dengan harta kekayaan sebesar US$10,8 miliar. Keluarga Widjaja merupakan pemilik Grup Sinar Mas yang mempunyai usaha di bidang kertas, real estat, jasa keuangan, kesehatan, agribisnis dan telekomunikasi.

Kemudian, Anthoni Salim dan keluarga juga masuk ke dalam jajaran orang terkaya RI versi Forbes dengan harta kekayaan US$10,3 miliar. Sumber kekayaan Grup Salim di antaranya berasal dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), hingga PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper