Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harita Nickel (NCKL) Akuisisi Tambang Baru, Cadangan Nikel Bertambah

Emiten nikel Grup Harita PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) mengakuisisi PT Gane Tambang Sentosa dengan nilai transaksi sebesar Rp7,9 miliar.
Emiten nikel Grup Harita PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) mengakuisisi PT Gane Tambang Sentosa dengan nilai transaksi sebesar Rp7,9 miliar.
Emiten nikel Grup Harita PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) mengakuisisi PT Gane Tambang Sentosa dengan nilai transaksi sebesar Rp7,9 miliar.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten nikel Grup Harita PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) mengakuisisi PT Gane Tambang Sentosa dengan nilai transaksi sebesar Rp7,9 miliar. Aksi ini membuat cadangan nikel perseroan akan bertambah.

Manajemen Harita Nickel mengatakan akuisisi 99% saham PT Gane Tambang Sentosa yang berlokasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara akan menambah cadangan bijih nikel menjadi 302 juta wmt.

“[tambahan ini] akan menjadikan Harita Nickel sebagai perusahaan tambang nikel terbesar ke-5 di Indonesia berdasarkan sumber daya,” kata manajemen dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (30/11/2023). 

PT GTS memiliki konsesi tambang nikel yang belum beroperasi dengan luas area sebesar 2.314 hektar dengan masa berlaku IUP sampai dengan tahun 2040. NCKL merencanakan akan melakukan aktivitas pengeboran untuk mengetahui besaran cadangan dan sumber daya bijih nikel.

Pada saat yang bersamaan, Harita Nickel juga meningkatkan kepemilikan saham di PT Gane Permai Sentosa (GPS) dari semula 70% menjadi 99%. Selain dapat meningkatkan sumber daya dan cadangan bijih nikel, akuisisi senilai Rp48,8 miliar ini di harapkan dapat memperkuat kontribusi finansial terhadap NCKL.

Pada akhir November 2023, NCKL memiliki estimasi cadangan bijih nikel sekitar 302 juta wmt. Dengan melakukan eksplorasi lebih lanjut pada 4 tambang yang dimiliki yaitu PT Obi Anugerah Mineral, PT Jikodolong Mega Pertiwi, PT Karya Tambang Sentosa, dan PT Gane Tambang Sentosa, cadangan bijih nikel yang dibutuhkan oleh anak usaha Harita Nickel akan meningkat. 

PT GTS dan PT GPS adalah perusahaan afiliasi dari Harita Nickel. Transaksi akuisisi telah dilakukan secara transparan sesuai dengan penilaian dari lembaga independen dari KJPP yang ditunjuk.

Seperti yang diketahui, NCKL sendiri memiliki area Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang mencapai sekitar 9.000 hektar, yang terdiri empat konsesi tambang. Saat ini, terdapat dua tambang yang sudah beroperasi, dan dua tambang lainnya akan dioperasikan untuk mendukung pasokan bahan baku bijih nikel di masa mendatang. 

Selain itu, Harita Nickel juga akan terus berusaha untuk meningkatkan usia tambang dan cadangan bijih nikel dengan mengakuisisi konsesi tambang lainnya dan bekerja sama dengan perusahaan tambang lokal lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Artha Adventy
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper