Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Melesat ke 7.058, Saham CUAN, ASII dan AMMN jadi Penopang

IHSG dibuka menguat ke 7.058,67 pada perdagangan hari ini, Rabu, (29/11/2023), ditopang oleh penguatan saham AMMN, CUAN dan ASII.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke 7.058,67 pada perdagangan hari ini, Rabu, (29/11/2023). Seiring dengan penguatan indeks, saham CUAN, ASII dan AMMN terpantau parkir di zona hijau pagi ini.

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.03 WIB, IHSG parkir di posisi 7.058,67 pada awal perdagangan, menguat 0,25% atau 17,60 poin dari penutupan perdagangan hari sebelumnya. Indeks komposit bergerak di rentang 7.044 hingga 7.061 pada perdagangan pagi hari ini.

Sebanyak 226,14 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp176,45 miliar dalam 13.428 kali transaksi. Sebanyak 172 saham yang menguat, saham yang melemah sebanyak 75 dan saham stagnan sebanyak 236. Kapitalisasi pasar tembus Rp11.182 triliun.

Dari jajaran emiten berkapitalisasi pasar jumbo atau big cap yang parkir di zona hijau yaitu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang naik 2,72% ke level Rp7.550 per saham. Dikuti saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 0,45% ke level Rp5.575 per saham.

Selanjutnya PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) juga  naik 0,32% ke level Rp7.750. Kemudian saham GOTO juga naik 1,10% ke level posisi Rp92 per saham.

Adapun, saham BBRI masuk jajaran saham terlaris pada awal perdagangan hari ini dengan nilai transaksi Rp42,5 miliar. Saham BBRI terpantau turun 0,47% ke level Rp5.325 per saham. Saham terlaris berikutnya adalah BBCA yang mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp30,2 miliar.  Saham BBCA tercatat naik 0,56% ke level Rp8.925 per saham. Dan di posisi ketiga saham terlaris adalah BBNI yang terpantau turun 0,97% ke posisi Rp5.125 per saham. Saham BBNI mencatatkan nilai transaksi senilai Rp28,7 miliar.

Sementara itu, saham terboncos pada siang hari ini yaitu PT Jaya trishindo Tbk. (HELI) yang turun 973% ke level Rp204 per saham. Disusul PT Menn Teknologi Indonesia Tbk. (MENN) yang turun 9,52% ke level Rp19 per saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memecahkan rekor tertingginya untuk tahun 2023 dengan ditutup menguat ke 7.041,07 pada perdagangan kemarin Selasa, (28/11/2023).

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, kenaikan saham berkapasitasi besar khususnya PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik konglomerat Prajogo Pangestu, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menjadi pendorong IHSG. 

Selain itu, dia bilang, kenaikan IHSG juga didorong penguatan saham-saham perbankan beberapa hari lalu. Hingga akhir pekan ini, diprediksi level support IHSG berkisar 6.893 – 6.906, sedangkan level resisten di 7.053– 7.090.

"Pergerakan IHSG masih ada potensi penguatan hingga akhir tahun, data ekonomi yang masih solid masih bisa menjadi katalis bagi penguatan IHSG," ujar Abdul kepada Bisnis, Rabu (29/11/2023).

Sebagai informasi, saham BREN resmi melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2023 di harga IPO Rp780 per saham. Namun, saham BREN telah melesat 701,28% ke level Rp6.250 per Selasa, (28/11/2023). Kapitalisasi pasarnya pun tembus Rp836,16 triliun.

Di lain sisi, saham AMMN naik 2,32% ke level Rp7.725 pada penutupan kemarin, terutama tersengat sentimen rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Selanjutnya saham pendatang baru indeks MSCI seperti EMTK naik 0,79% ke level Rp635 sedangkan saham ARTO terkoreksi 2,24% ke level Rp3.050.

"Kenaikan pada saham-saham tersebut sebenarnya wajar karena ketika ada pengumuman MSCI maka saham-saham tersebut akan menjadi daya tarik bagi investor asing, tetapi perlu di waspadai juga saham yang sudah terlalu tinggi potensi adanya profit taking," kata Abdul.

Senada, Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengatakan kenaikan IHSG hari ini tidak mencerminkan pasar, karena hanya didorong oleh penguatan saham BREN dan AMMN, namun saham-saham big caps lainnya seperti BBCA, ASII, dan BBRI tidak mengalami kenaikan.

Lebih lanjut dia mengatakan, peluang window dressing terbuka lebar dan diprediksi terjadi pada Desember 2023, sehingga sejumlah saham-saham blue chip seperti ASII, TLKM, hingga HMSP berpotensi menguat dan direkomendasikan beli.

"Kalau misalnya nanti ada window dressing mungkin saham ASII bisa balik ke Rp6.000, TLKM juga mungkin bisa naik ke Rp4.000, lalu HMSP yang sekarang masih di bawah Rp1.000 bisa menguat," pungkas Teguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper