Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang RDG BI, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.614 per Dolar AS

Mata uang rupiah kembali dibuka melemah ke posisi Rp15.614 per dolar AS jelang RDG BI yang diperkirakan menahan suku bunga.
Mata uang rupiah kembali dibuka melemah ke posisi Rp15.614 per dolar AS jelang RDG BI yang diperkirakan menahan suku bunga. Bisnis/Suselo Jati
Mata uang rupiah kembali dibuka melemah ke posisi Rp15.614 per dolar AS jelang RDG BI yang diperkirakan menahan suku bunga. Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – Mata uang rupiah kembali dibuka melemah ke posisi Rp15.614 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (23/11/2023). Pelemahan ini terjadi jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang diproyeksikan masih akan menahan suku bunga acuan. 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 0,25% atau 39 poin ke posisi Rp15.614 di hadapan dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terpantau melemah 0,07% ke level 103,689. 

Mata uang kawasan Asia lainnya bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,27%, dolar Hong Kong naik 0,02%, dolar Singapura menguat 0,01%, won Korea hijau di 0,16%, rupee India menguat 0,04% dan yuan China hijau di 0,18%. 

Adapun mata uang yang melemah di hadapan dolar AS bersama rupiah adalah bath Thailand turun 0,01%, ringgit Malaysia turun 0,33%, peso Filipina turun 0,05% dan dolar Taiwan melemah 0,08%.

Pada pemberitaan Bisnis sebelumnya, konsensus ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini, Kamis (23/11/2023).  

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg, Sebanyak 25 dari 31 ekonom yang disurvei memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga acuan di 6%. Hasil RDG akan diumumkan Gubernur BI Perry Warjiyo hari ini pukul 14.00 WIB.  

Sementara itu, sisanya memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 6,25%, level tertinggi sejak tahun 2016.

Sebelumya Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp15.560 hingga Rp15.620. 

Selain RDG BI, sentimen internal datang dari pemerintah yang meningkatkan kewaspadaan seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi China. Pasalnya, China merupakan salah satu negara yang punya hubungan kuat dengan Indonesia sebagai mitra dagang, karena 20 persen ekspor Indonesia ke China.

Salah satu dampak pelemahan ekonomi China di Indonesia, yakni lambatnya ekspor pada kuartal III-2023. Kinerja ekspor terkontraksi 4,26 persen (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2023, sementara impor terkon-traksi 6,18 persen yoy. Meski begitu, industri manufaktur tumbuh 5,20 persen yoy, berkontribusi 1,06 persen yoy terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, pasar memperkirakan bahwa The Fed sudah selesai menaikkan suku bunga. Namun risalah rapat pada hari Selasa menimbulkan keraguan mengenai kapan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga, mengingat sebagian besar pejabat Fed juga berulang kali mengisyaratkan kenaikan suku bunga untuk jangka waktu yang lebih lama. 

“Alat Fedwatch CME Group menunjukkan para pedagang mempertimbangkan kembali ekspektasi penurunan suku bunga pada Maret 2024, sesuai dengan sinyal peluang penurunan suku bunga sebesar 40%,” katanya dalam riset harian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper