Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham BMTR Lo Kheng Hong Mandek kala IHSG Mendaki Puncak ke 6.873

IHSG mengalami penguatan 0,5% ke posisi 6.873 setelah perdagangan dibuka Selasa, (14/11/2023). Saham BMTR Lo Kheng Hong justru mengalami stagnansi.
Artha Adventy,Pandu Gumilar
Artha Adventy & Pandu Gumilar - Bisnis.com
Selasa, 14 November 2023 | 09:30
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 0,5% ke posisi 6.873 setelah perdagangan dibuka pada Selasa, (14/11/2023). Saham BMTR yang dikoleksi Lo Kheng Hong justru mengalami stagnansi.

IHSG menguat berkat kenaikan 237 saham yang diantaranya berisi saham-saham berkapitalisasi jumbo. Misalnya AMMN 1,41%, BBRI 1,99%, BREN 1,9% dan BBCA 0,85%. Kendati demikian juga ada saham yang mengalami pelemahan sebanyak 161 unit. 

Diantaranya adalah INDF 0,39%, BELI 0,4%, dan ISAT 0,26%. Lalu ada beberapa saham jumbo yang justru mengalami stagnansi seperti ADRO, INKP, dan BMTR milik Lo Kheng Hong.

Tim riset Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG bakal berpeluang menguji pivot area pada level 6.850. Sementara itu, level support berada di kisaran 6.800 dan area resistance adalah 6.900.

Mereka berpendapat IHSG memang mampu menemebus level rata-rata MA5 (6.827) pada Senin (13/11/2023). Namun, Stochastic RSI dan MACD relatif bergerak sideways sehingga, IHSG diperkirakan konsolidasi di pivot area 6820-6860 pada Selasa (14/11).

"Pelaku pasar juga mengantisipasi rilis inflasi AS di Oktober 2023. Penurunan inflasi atau setidaknya stabil dapat meredam kekhawatiran pasar terhadap potensi kebijakan hawkish dari the Fed," sebut tim riset.

Phintraco merekomedasikan beberapa saham diantaranya MYOR, TBIG, UNTR, INDF, PGEO, dan ACES.

Sementara itu, Community Lead IPOT Angga Septianus mengimbau para investor untuk memperhatikan tiga sentimen, di antaranya adalah sentimen inflasi AS, neraca dagang Indonesia, dan rebalancing indeks MSCI.

Merujuk pada perkembangan konflik Timur Tengah, Angga mengatakan, inflasi AS di bulan Oktober diprediksi turun dari level 3,7% menjadi 3,3%. Sedangkan, inflasi inti diprediksi turun dari 4,1% ke 4%, karena diperkirakan penurunan lanjutan dari harga energi.

Terkait sentimen kedua, Angga memprediksi neraca dagang Indonesia tetap surplus pada Oktober sebesar US$3,3 miliar menurut konsensus. Turun dari periode sebelumnya di September.

Sentimen ketiga, rebalancing indeks MSCI, akan diumumkan pada Selasa (14/11/2023). Saham-saham yang diprediksi akan masuk dalam indeks itu adalah saham yang mulai mendapatkan inflow asing, di tengah aksi sell-off investor asing sebesar Rp1,3 triliun di minggu kemarin.

"Saham-saham yang patut dipantau terkait sentimen rebalancing indeks MSCI, yakni saham AMMN, BREN, MEDC, GOTO, AMRT dan CPIN.” ungkap Angga.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper