Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Lo Kheng Hong (ABMM) Produksi Batu Bara 9,6 Juta Ton hingga Kuartal III/2023

Emiten portofolio investor Lo Kheng Hong, ABM Investama (ABMM) mencatatkan produksi sebesar 9,6 juta ton batu bara hingga kuartal III/2023.
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang./abm-investama.com
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang./abm-investama.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten portofolio investor Lo Kheng Hong, PT ABM Investama Tbk. (ABMM) membukukan produksi batu bara sebesar 9,6 juta ton hingga kuartal III/2023. 

Direktur ABMM Adrian Erlangga mengatakan volume produksi batu bara 9 bulan 2023 ABMM adalah 9,6 juta ton. Sementara itu, volume penjualan batu bara 9 bulan 2023 adalah sebesar 9,2 juta ton. 

"Volume overburden removal pada 9 bulan 2023 adalah 206,9 juta bank cubic meter," kata Adrian kepada Bisnis, dikutip Rabu (8/11/2023).

Dengan hasil tersebut, maka volume produksi batu bara ABMM sampai kuartal III/2023 telah mencapai 74,41% dari target produksi 2023 sebesar 12,4 juta ton. 

Adapun target produksi batu bara sepanjang tahun ABMM ini tercatat turun dari tahun sebelumnya. Pada 2022, ABMM memproduksi sebesar 12,2 juta ton batu bara. 

Sementara itu, pada 2021 ABMM memproduksi sebanyak 13,22 juta batu bara. Berdasarkan laporan keuangannya, ABMM membukukan pendapatan yang naik menjadi US$1,13 miliar hingga 9 bulan 2023, atau setara Rp18,02 triliun. Capaian ini meningkat 10,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,02 miliar. 

Pendapatan ABMM ini dikontribusikan dari beberapa pos, yakni pendapatan kontraktor tambang dan tambang batu bara sebesar US$945,4 juta, pendapatan jasa yang terdiri dari jasa logistik dan sewa kapal senilai US$108,9 juta, jasa divisi site services dan repabrikasi sebesar US$45,8 juta, dan sewa mesin pembangkit tenaga listrik US$661.898. 

Kemudian pendapatan dari pabrikasi senilai US$20,17 juta, dan pendapatan dari perdagangan bahan bakar sebesar US$12,5 juta. 

Berdasarkan pelanggannya, ABMM mencetak pendapatan senilai US$134,28 juta dari PT Multi Harapan Utama atau setara dengan 15,33% dari total pendapatan, dan sebesar US$173,8 juta dari PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua atau setara 11,85% dari total pendapatan.

Laba bersih ABMM pun tumbuh menjadi US$225,7 juta atau setara Rp3,58 triliun hingga kuartal III/2023. Laba bersih ini tumbuh 32,87% dari US$169,9 juta di kuartal III/2022. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper