Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Malindo Feedmill (MAIN) Balikkan Rugi jadi Laba Rp45,81 Miliar

Malindo Feedmill (MAIN) mencetak laba bersih Rp45,81 miliar pada kuartal III/2023, berbalik positif dibandingkan periode sama 2022.
PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) kembali melakukan ekspor produk olahan ayam ke Singapura pada Jumat (20/10/2023).
PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) kembali melakukan ekspor produk olahan ayam ke Singapura pada Jumat (20/10/2023).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten unggas PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) menorehkan kinerja gemilang per kuartal III/2023 dengan mencatatkan kenaikan penjualan dan membalikkan rugi jadi laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangan di laman BEI, Jumat (3/11/2023), MAIN berhasil mencetak laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp45,81 miliar per 30 September 2023, berbalik dari periode sama 2022 yang menderita kerugian sebesar Rp50,96 miliar.

Melonjaknya laba bersih MAIN didorong penjualan bersih yang juga naik 7,16% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp8,97 triliun dibandingkan periode sama 2022 sebesar Rp8,37 triliun.

Secara rinci berdasarkan segmen, penjualan MAIN didominasi dari pakan ternak sebesar Rp6,76 triliun, diikuti segmen ayam pedaging sebesar Rp2,66 triliun, peternakan DOC sebesar Rp1,54 triliun, dan pengolahan makanan hasil peternakan sebesar Rp167,57 miliar. Penjualan itu dikurangi biaya eliminasi sebesar Rp2,16 triliun.

Seiring meningkatnya penjualan, beban pokok MAIN naik 4,97% yoy menjadi Rp8,22 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,83 triliun.

Alhasil, laba bruto perseroan naik 39,15% yoy menjadi Rp745,58 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp535,79 miliar.

Adapun, kas dan setara kas akhir periode perseroan sebesar Rp246,42 miliar, atau naik 16,14% dibanding periode sama 2022 sebesar Rp212,17 miliar.

Berdasarkan neraca, total aset perseroan turun menjadi Rp5,43 triliun hingga 30 September 2023, dibandingkan posisi akhir Desember 2022 sebesar Rp5,74 triliun.

Liabilitas perseroan naik menjadi Rp2,94 triliun, dibandingkan akhir 2022 sebesar Rp3,35 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp2,12 triliun, dibandingkan Desember 2022 sebesar Rp2,07 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper