Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Bersih ESSA Industries (ESSA) Anjlok 91% Kuartal III/2023

ESSA Industries Indonesia mencatat laba bersih sebesar US$9,76 juta pada kuartal III/2023, atau anjlok 91,09% secara tahunan.
Emiten produsen amonia dan LPG, PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA), mengumumkan identitas logo barunya.
Emiten produsen amonia dan LPG, PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA), mengumumkan identitas logo barunya.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten besutan Boy Thohir dan TP Rachmat PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) melaporkan penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang sembilan bulan 2023. Laba bersih ESSA bahkan tergerus hingga 91,09%. 

Berdasarkan laporan keuangan, Rabu (18/10/2023), emiten yang punya nama baru itu membukukan pendapatan sebesar US$232,63 juta atau setara Rp3,60 triliun (kurs jisdor 29 September 2023 Rp15.487) sepanjang sembilan bulan berjalan. Capaian pendapatan ESSA tergerus 55,23% year-on-year dari sebelumnya sebesar US$557,03 juta. 

Secara lebih rinci, pendapatan yang berkurang merupakan akibat dari penjualan amonia yang anjlok kepada pihak berelasi. Pada periode yang sama tahun lalu, penjualan amonia mencapai US4517,99 juta sementara pada periode sembilan bulan tahun ini ESSA hanya menjual US$199,31 juta amonia. 

Kemudian penurunan penjualan juga tercatat di penjualan elpiji kepada pihak ketiga yang sebelumnya sebesar US$36,38 juta menjadi hanya US430,44 juta. 

Di sisi lain, ESSA mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar US$184,26 juta atau setara Rp2,85 triliun turun seiring pendapatan yang berkurang. Sebelumnya ESSA membukukan beban pokok sebesar US$298,86 juta. 

Selain beban pokok pendapatan, ESSA juga membukukan beban penjualan sebesar US$386.820, beban umum dan administrasi sebesar US417,02 juta dan beban keuangan sebesar US$14,91 juta. 

Alhasil laba kotor ESSA hanya sebesar US$48,37 juta atau sekitar Rp749,12 miliar dari sebelumnya sebesar US$258,16 juta. 

Sementara itu laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$9,76 juta atau setara Rp151,25 miliar dari sebelumnya sebesar US$104,64 juta. Laba itu anjlok hingga 91,09% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Manajemen ESSA mengklaim penurunan pendapatan dan laba bersih terjadi akibat harga komoditas yang lebih rendah dan penghentian sementara Pabrik Amoniak untuk pemeliharaan terjadwal yang dilakukan pada kuartal I/2023.

“ESSA terus fokus pada pengurangan biaya yang dapat dikendalikan dan meningkatkan operasional yang andal,” tulis manajemen, dikutip Rabu (18/10/2023). 

Selain itu harga realisasi amoniak ESSA telah turun sebanyak 58% menjadi rata-rata U$378 per metrik ton YoY pada kuartal III/2023 dibandingkan kuartal III/2022 yang dipicu oleh penurunan harga komoditas global yang dimulai pada awal 2023. ESSA memperkirakan harga amoniak akan tetap pulih kemungkinan menjelang akhir tahun, mengingat harga komoditas telah meningkat dengan bertambahnya ketidakpastian geopolitik.

Sementara itu, sepanjang kuartal III/2023 ESSA mencatatkan liabilitas sebesar US$216,98 juta dengan rincian liabilitas jangka pendek sebesar US$127,89 juta dan liabilitas jangka panjang sebesar US$89,09 juta. 

Adapun total ekuitas tercatat sebesar 543,54 juta dan aset ESSA tercatat sebesar US$760,53 juta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper