Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Resmi Melantai di BEI, Saham Logisticsplus (LOPI) Turun 10 Persen ke Rp90

Saham LOPI mencatatkan koreksi 10 persen pada debut perdagangan pagi ini, atau turun 10 poin ke level Rp90 per saham.
Jajaran direksi PT Logisticsplus International Tbk. (LOPI) dan PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) saat penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (11/10/2023)/Bisnis-Rizqi Rajendra.
Jajaran direksi PT Logisticsplus International Tbk. (LOPI) dan PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) saat penawaran umum perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (11/10/2023)/Bisnis-Rizqi Rajendra.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten transportasi dan logistik, PT Logisticsplus International Tbk. (LOPI) turun 10 persen usai resmi mencatatkan saham perdana (listingdi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (11/10/2023).

Berdasarkan data BEI pukul 09.00 WIB, saham LOPI mencatatkan koreksi 10 persen pada debut perdagangan pagi ini, atau turun 10 poin ke level Rp90 per saham. Sehingga, harga perdana saham perdana LOPI di bawah harga penawaran awal yang ditetapkan di Rp100 per saham.

Frekuensi transaksi saham LOPI saat pembukaan perdagangan sebanyak 183 kali dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 16.255 saham. Nilai transaksi (turnover) LOPI pagi ini pun tembus Rp146,3 juta.

Direktur Utama LOPI Wahyu Dwi Jatmiko mengatakan, IPO ini menjadi momen penting bagi perseroan, pasalnya tahun ini perekonomian domestik diperkirakan tumbuh lebih tinggi. Prakiraan tersebut didukung oleh mobilitas masyarakat yang terus meningkat pasca-pandemi.

"Melalui IPO ini kami ingin selalu memberi dampak positif, kami ingin secara konsisten memaksimalkan infrastruktur di Indonesia yang semakin agresif berkembang. Seiring dengan hal itu, kami berharap ke depan dapat menjadi leading company industri Logistik di dalam negeri,” ujar Wahyu dalam keterangannya dikutip Rabu, (11/10/2023).

Dalam aksi korporasi ini, LOPI menunjuk PT Elit Sukses Sekuritas sebagai penjamin dan pelaksana emisi efek.

Mengacu prospektus IPO, LOPI menawarkan sebanyak-banyaknya 300 juta saham baru yang merupakan saham biasa atas nama atau setara dengan 27,27 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Alhasil, dengan harga IPO Rp100 per saham, maka LOPI meraih dana Rp30 miliar.

Selain menerbitkan saham baru, LOPI juga mengadakan program Employee Stock Allocation (ESA) dengan mengalokasikan saham sebanyak 1,5 juta saham atau sebanyak 0,50 persen dari saham yang ditawarkan dalam IPO.

Sebagai pemanis IPO, LOPI juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 150 juta waran seri I atau sebesar 18,75 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran, yang diberikan kepada setiap Pemegang Saham (DPS) baru yang namanya tercatat dalam DPS perseroan pada tanggal penjatahan secara cuma-cuma.

Ketentuannya, setiap pemegang dua saham baru akan memperoleh satu waran seri I, yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru yang dikeluarkan dalam portepel.

Waran seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perseroan dengan nilai nominal Rp25 per saham dengan harga pelaksanaan Rp200 per lembar. Adapun total hasil pelaksanaan waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp30 miliar.

Waran seri I dapat dikonversi setelah 6 bulan sejak tanggal penerbitan waran seri I, sampai dengan satu hari kerja sebelum ulang tahun ke-1 pencatatan Waran, yaitu tanggal 9 April 2024. Masa berlaku Waran Seri I adalah sejak tanggal 9 Oktober 2023 sampai dengan 8 Oktober 2024.

Rencana penggunaan dana IPO, sekitar 60 persen akan digunakan untuk modal kerja operasional, sedangkan sekitar 9 persen akan digunakan untuk pembelian software Cargo Wise dan alat-alat teknologi untuk mendukung operasional dan penjualan serta mengintegrasikan sistem operasional LOPI, keuangan, sales, marketing dan pengelolaan aset.

Kemudian, sekitar 31 persen akan digunakan untuk pembelian armada truk baru melalui dealer resmi Isuzu yang tidak ada hubungan afiliasi dengan perseroan. Perseroan akan membeli 8 unit truk baru untuk memperkuat armada dan menunjang kebutuhan pelanggan.

Adapun dana hasil pelaksanaan waran seri I, seluruhnya akan digunakan sebagai modal kerja berupa pembayaran vendor jasa transportasi, sewa tongkang, biaya tenaga kerja, biaya bahan bakar, asuransi pengiriman, biaya marketing dan sales, biaya operasional kantor, dan lain-lain

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper