Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Listing Perdana Hari Ini, Lovina Beach Brewery (STRK) Oversubscribed 26,57 Kali

PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) akan resmi listing perdana hari ini, Selasa (10/10/2023). Saham STRK mengalami oversubscribed hingga 26,57 kali.
emiten produsen craft beer pertama di Indonesia bermerk Stark, PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) akan resmi listing perdana hari ini, Selasa (10/10/2023).  Saham STRK mengalami oversubscribed hingga 26,57 kali. Bloomberg/Michaela Rehle
emiten produsen craft beer pertama di Indonesia bermerk Stark, PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) akan resmi listing perdana hari ini, Selasa (10/10/2023). Saham STRK mengalami oversubscribed hingga 26,57 kali. Bloomberg/Michaela Rehle

Bisnis.com, JAKARTA — PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) akan resmi listing perdana dengan melepas 1,18 miliar saham atau setara 11.800.000 lot pada hari ini, Selasa (10/10/2023). Berdasarkan fixed allotment atau penjatahan pasti, saham STRK mengalami total kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 26,57 kali.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip Senin (9/10/2023), total pesanan saham STRK mencapai 31,35 miliar saham atau tepatnya 31.351.707.700 lembar saham, dari rencana 1,18 miliar saham atau setara 11,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum perdana.

Adapun Lovina Beach Brewery, emiten berkode saham STRK tersebut telah mematok harga initial public offering (IPO) Rp100 per saham sehingga perseroan meraup dana segar Rp118 miliar.

Seiring dengan penawaran saham baru, emiten produsen craft beer pertama di Indonesia bermerk Stark itu juga akan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 3.245.000.000 atau 34,01 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO.

Waran tersebut akan dibagikan secara otomatis sebagai insentif bagi para pemegang saham baru, di mana setiap pemegang 100 lembar saham SRTK berhak memperoleh 1 waran secara cuma-cuma. Nantinya, setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru.

Lovina Beach Brewery Incar Rp811,25 Miliar dari Penerbitan Waran

STRK menetapkan harga pelaksanaan waran sebesar Rp250 per lembar yang dapat dikonversi menjadi saham dalam kurun waktu 6 bulan, yaitu pada periode 10 April 2024 hingga 9 Oktober 2024.

Dengan demikian, Lovina Beach Brewery mengincar dana segar dari hasil penerbitan waran sebanyak-banyaknya adalah Rp338,98 miliar.

Waran Lovina Beach Brewery dengan kode saham STRK-W ini nantinya juga dapat diperdagangkan oleh para pemegang saham STRK pada rentang 10 Oktober 2023 hingga 8 Oktober 2024 (pasar reguler dan negosiasi) atau 8 Oktober 2024 (pasar tunai).

Menilik prospektus IPO, (9/10/2023), Lovina Beach Brewery didirikan di Denpasar, Bali pada Oktober 2010 oleh Bona Budhisurya dan Jacob Suryanata. Hingga saat ini, Jacob menjabat sebagai komisaris utama, sementara Bona menduduki kursi direktur utama STRK.

Adapun pemegang saham STRK sebelum IPO terdiri dari PT Barito Mas Sukses 85,74 persen, Christopher Sumasto Tjia 0,63 persen, Felicia Mega SD 3,14 persen, Suhendra Widjaja 3,67 persen, Fanny Setiadi Faizal 3,41 persen, dan Constantius Kadarisman 3,41 persen.

Individu yang menjadi pengendali dan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari STRK adalah Christopher Sumasto Tjia, yang telah dilaporkan secara elektronik melalui AHU Online pada 21 Maret 2023, melalui notaris sesuai dengan ketentuan Perpres No. 13/2018.

Dengan demikian, STRK memiliki perusahaan sepengendali atau sister company yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di antaranya PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. (PAMG), PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG), PT PAM Mineral Tbk. (NICL) dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. (BSBK).

“Untuk penggunaan dana IPO, sekitar 62,08 persen akan digunakan dalam bentuk penyetoran modal kepada anak perusahaan PT Lovina Industri Sukses, sedangkan sisanya akan digunakan perseroan untuk modal kerja” tulis manajemen dalam prospektus.

Sesuai rencana, Lovina Industri Sukses bakal menyerap dana yang disalurkan induk usahanya tersebut, sebanyak 18,11 persen untuk program reseach and development produk, sebanyak 42,26 persen untuk pembelian mesin, dan sekitar 39,63 persen untuk biaya operasional.

STRK menunjuk PT Artha Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek, sementara PT Panca Global Sekuritas, PT KGI Sekuritas Indonesia, dan PT Waterfront Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi efek.

Berdasarkan data per 31 Maret 2023, STRK mencatatkan penjualan bersih Rp10,82 miliar, atau melesat 183,45 persen dari periode sama tahun lalu Rp3,83 miliar.

Sementara untuk setahun penuh 2022, STRK mengantongi penjualan bersih Rp30,93 miliar, atau melambung 205,55 persen dibanding 2021 yang sebesar Rp10,12 miliar.

Melesatnya penjualan dibarengi dengan posisi bottom line yang positif. STRK meraup laba neto tahun berjalan sebesar Rp19,48 miliar hingga kuartal I/2023, dari posisi rugi neto tahun berjalan pada periode sama tahun 2022 sebesar Rp638,22 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper