Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Mayapada (SRAJ) Bakal Ekspansi Rumah Sakit Baru Akhir 2023

Emiten Grup Mayapada milik Konglomerat Dato Sri Tahir, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ)  berencana untuk membangun satu cabang rumah sakit (RS) baru.
Mayapada Hospital/mayapadahospital.com
Mayapada Hospital/mayapadahospital.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten rumah sakit (RS) Grup Mayapada milik Konglomerat Dato Sri Tahir, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ)  berencana untuk membangun satu cabang rumah sakit (RS) baru di wilayah Jakarta Timur. 

Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare Group Jonathan Tahir mengatakan bahwa, perseroan berharap proses pembangunan RS baru tersebut dapat dimulai pada akhir 2023. 

Dirinya menyebut bahwa dana yang dialokasikan untuk keperluan pengembangan RS baru biasanya berada di kisaran Rp500 miliar. Namun demikian, nilai tersebut akan disesuaikan dengan lokasi dan luas bangunan RS.  

Adapun, cabang baru RS Mayapada ini diharapkan dapat mulai beroperasi pada 2025 mendatang.

“Yang kami bisa konfirmasi itu ada satu RS, di daerah Jakarta Timur. Tapi tentu ke depannya akan terus menerus dibuka dengan target 4 RS baru dalam lima tahun mendatang,” jelasnya ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2023). 

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini telah memiliki enam RS yang tersebar di beberapa wilayah. Teranyar adalah RS Mayapada Bandung, Jawa Barat yang baru diresmikan pada 6 Maret 2023. 

Sementara beberapa cabang lainnya berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Kuningan, serta Surabaya. 

Pembangunan cabang baru di Bandung, Jawa Barat pun dimaknai CFO Mayapada Healthcare Group Mark Lee Kristomo sebagai salah satu strategi perseroan untuk mendongrak angka pendapatan sepanjang 2023. 

Selain itu, lanjut Mark Lee, perseroan juga telah menjalankan upaya lainnya seperti menerbitkan obligasi atau surat utang pada 2022 untuk keperluan pendanaan renovasi cabang RS Mayapada di Tangerang. 

Adapun, manajemen SRAJ menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen hingga penghujung 2024. Artinya, perseroan membidik target pendapat di kisaran Rp2,4 triliun hingga akhir tahun ini. 

“Pembykaan RS baru yang ada di Bandung pada Maret 2023 telah mendorong pendapatan dengan performance yang jauh lebih baik. Dampak itu sudah terlihat dan akan terlihat lebih jelas lagi pada semester II/2024,” jelas Mark Lee ditemui dalam kesempatan yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper