Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dolar AS Stagnan, Tunggu Keputusan The Fed dan Sederet Bank Sentral Lain

Indeks dolar AS bergerak stagnan karena para pedagang menunggu keputusan suku bunga bank-bank sentral utama, termasuk keputusan The Fed.
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Selasa (5/9/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Selasa (5/9/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.coom, JAKARTA – Indeks dolar AS bergerak stagnan karena para pedagang menunggu keputusan suku bunga bank-bank sentral utama, termasuk keputusan The Fed pada Rabu.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,04 persen menjadi 105,1584 pada akhir perdagangan.

Para pedagang memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan mendatang, menurut CME FedWatch, meskipun fokusnya akan tertuju pada panduan ke depan bank sentral.

Namun, dengan menguatnya dolar AS selama beberapa minggu terakhir, mungkin diperlukan katalis baru untuk mengangkatnya lebih tinggi.

"The Fed mungkin tidak terdengar dovish tetapi pasar mungkin memerlukan lebih banyak bukti yang mendukung untuk mendorong dolar AS yang terlihat mahal bahkan lebih tinggi pada saat ini," kata Shaun Osborne, kepala strategi mata uang di Scotia Bank, dikutip dari Antara.

Biro Sensus AS serta Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan AS pada Selasa (19/9/2023) bersama-sama mengumumkan statistik konstruksi perumahan baru untuk Agustus.

Unit rumah milik pribadi yang disahkan berdasarkan izin mendirikan bangunan pada Agustus berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,543 juta unit, yaitu 6,9 persen di atas tingkat revisi pada Juli sebesar 1,443 juta unit, tetapi 2,7 persen di bawah tingkat pada Agustus 2022 sebesar 1,586 juta unit.

“Data konstruksi rumah pada Agustus tampaknya menunjukkan beberapa kelemahan dari apa yang menjadi salah satu dari sedikit indikator kuat di pasar perumahan baru-baru ini,” kata Daniel Vielhaber, ekonom di Nationwide.

Perumahan yang baru dibangun anjlok 11,3 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 1,283 juta unit pada bulan lalu, level terendah sejak Juni 2020.

Sementara itu, tingkat inflasi tahunan Kanada pada Agustus melonjak menjadi 4,0 persen dari 3,3 persen pada Juli karena harga bensin yang lebih tinggi, data menunjukkan pada Selasa (19/9/2023).

Dolar Kanada memperoleh daya tarik setelah indeks harga konsumen Kanada menunjukkan peningkatan inflasi, baik pada laporan inflasi inti maupun inflasi utama. Pada akhir perdagangan New York, dolar AS turun menjadi 1,3442 dolar Kanada dari 1,3496 dolar Kanada.

Euro turun menjadi US$1,0677 dari US$1,0679 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi US$1,2391 dari US$1,2376.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper