Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Diancam Delisting BEI, Northcliff (SKYB) Cari Investor Strategis

PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk. (SKYB) masuk dalam potensi delisting Bursa Efek Indonesia (BEI).
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk. (SKYB) masuk dalam potensi delisting Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, SKYB masih memberikan penjelasan kepada BEI terkait kinerja dan aksi teranyar mereka.

Sebagai Informasi, Northcliff Citranusa Indonesia (SKYB) merupakan perusahaan di bidang teknologi, multimedia, dan telekomunikasi.

Sejak 17 Februari 2020, saham SKYB telah terkena suspensi oleh BEI. Sehingga, selama 24 bulan terakhir saham SKYB telah membeku.

Corporate Secretary SKYB Umi Suryantini melalui keterbukaan informasi (25/8/2023) menyampaikan, perseroan tetap melakukan upaya, strategi, atau rencana untuk perbaikan kondisi keberlangsungan usaha perseroan. Upaya-upaya tersebut juga akan dilakukan untuk pemenuhan kewajiban keuangan dan non-keuangan.

Di antaranya, SKYB masih melakukan upaya negosiasi dengan investor strategis dan berencana untuk melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal untuk akusisi perusahaan sebelum akhir tahun 2023. Selain itu, ada rencana memasukan bisnis baru yang dapat menghasilkan pendapatan dan cash flow perseroan ke depannya.

SKYB juga masih melakukan negosiasi dengan investor untuk kerja sama mengembangkan bisnis dan renovasi hotel Taman Suci yang diharapkan akan selesai sebelum akhir tahun 2023. Adapun hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan occupancy kamar dan pendapatan hotel Taman Suci.

“Pemegang saham mayoritas dan/atau pengendali Perseroan tetap berkomitmen untuk mendapatkan dan menyelesaikan negoisasi dengan investor strategis untuk perbaikan kinerja dan kelangsungan usaha agar dapat mencapai rencana dan target Perseroan.” tulis Umi dalam keterbukaan informasi tersebut.

Selain itu, perseroan juga tetap berkomitmen untuk menyelesaikan beberapa hal sebelum akhir tahun 2023. Di antaranya adalah menyampaikan laporan keuangan tahunan, melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan RUPSLB, dan melakukan renovasi hotel Taman. (Daffa Naufal Ramadhan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper