Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja United Tractors (UNTR) Semester I/2023, Pendapatan dan Laba Kompak Naik

PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester I/2023 seiring dengan masih moncernya bisnis pertambangan.
PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester I/2023 seiring dengan masih moncernya bisnis pertambangan. /foto-UNTR
PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester I/2023 seiring dengan masih moncernya bisnis pertambangan. /foto-UNTR

Bisnis.com, JAKARTA — Entitas pertambangan Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester I/2023.

Manajemen UNTR melaporkan pendapatan bersih pada semester I/2023 menembus Rp68,67 triliun atau 14 persen lebih tinggi daripada semester I/2022 sebesar Rp60,44 triliun. Di sisi lain, laba bersih UNTR naik 8 persen menjadi Rp11,21 triliun per Juni 2023 dari Rp10,35 triliun pada periode yang sama 2022.

Perincian pendapatan UNTR pada semester I/2023 ialah lini bisnis mesin konstruksi berkontribusi 30 persen, kontraktor penambangan sebesar 35 persen, dan pertambangan batu bara menyumbang 29 persen pendapatan.

Selanjutnya pertambangan emas berkontribusi 5 persen, industri konstruksi sebesar 1 persen dan energi kurang dari 1 persen.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, laba bruto UNTR naik sebesar 13 persen dari Rp16,51 triliun menjadi Rp18,66 triliun.

Sementara itu, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat sebesar 8 persen menjadi Rp11,21 triliun dari Rp10,35 triliun pada periode yang sama di 2022.

Per Juni 2023, volume penjualan Komatsu dari unit usaha mesin konstruksi mencapai 3.145 unit atau naik 9 persen jika dibandingkan dengan semester I/2022 sebanyak 2.873 unit. Peningkatan penjualan alat berat didorong oleh peningkatan permintaan dari sektor pertambangan dan kehutanan.

Dari total keseluruhan penjualan alat berat, sebanyak 63 persen diserap sektor pertambangan, 15 persen diserap sektor konstruksi, 14 persen diserap sektor kehutanan, dan sisanya sebesar 8 persen ke sektor perkebunan.

Pendapatan UNTR dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat naik sebesar 24 persen menjadi Rp6,0 triliun. Sementara itu, penjualan produk merek lainnya yaitu Scania mengalami kenaikan 305 persen dari 111 unit menjadi 449 unit, sedangkan penjualan UD Trucks mengalami penurunan 34 persen dari 258 unit menjadi 170 unit.

“Penurunan penjualan UD Trucks disebabkan oleh adanya kendala pasokan produk. Secara keseluruhan, pendapatan unit usaha mesin konstruksi selama semester I/2023 adalah Rp20,3 triliun atau meningkat 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17,4 triliun,” tulis manajemen UNTR dalam laporan kinerjanya.

Dari unit usaha usaha UNTR di bidang kontraktor penambangan yang dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA), akumulasi pendapatan selama semester I/2023 menembus Rp24,3 triliun atau naik sebesar 22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2022.

PAMA mencatat peningkatan volume produksi batu bara sebesar 18 persen dari 50 juta ton menjadi 59 juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 20 persen dari 437 juta bcm menjadi 524 juta bcm, dengan rata-rata strip ratio sebesar 8,9x, meningkat dari 8,7x.

Kemudian lini usaha pertambangan emas yang dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) untuk tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara membukukan total penjualan sebanyak 110.000  ons atau turun sebesar 24 persen dari periode yang sama pada 2022 sebesar 144.000 ons. Adapun pendapatan bersih unit usaha ini turun 18 persen menjadi Rp3,2 triliun sepanjang paruh pertama 2023.

Unit usaha industri konstruksi yang dijalankan PT Acset Indonusa Tbk. (ACSET) tercatat mengakumulasi pendapatan sebesar Rp798 miliar atau naik daripada Rp476 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun ACSET masih membukukan rugi bersih sebesar Rp55 miliar, lebih baik daripada rugi bersih Rp114 miliar pada semester I/2022.

Dari lini bisnis energi yang difokuskan pada energi baru terbarukan (EBT), UNTR melaporkan bahwa PT Energia Prima Nusantara (EPN) telah memasang Rooftop Solar PV mencapai 7,0 MW, sehingga total Solar PV terpasang mencapai 12,4 MWp di grup United Tractors dan Astra.

EPN saat ini dalam proses membangun satu Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), yaitu PLTM Besai Kemu di Lampung, Sumatra. PLTM Besai Kemu memiliki kapasitas sebesar 7 MW dan diperkirakan akan beroperasi pada akhir tahun 2023.

Selain itu, EPN juga menargetkan beberapa proyek pembangkit listrik tenaga minihidro di area Sumatra dengan total potensial kapasitas lebih dari 20 MW.

Pada Agustus 2022, UNTR melalui anak usaha telah melakukan investasi pada PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) dengan kepemilikan saham sebesar 31,49 persen. Arkora saat ini mengoperasikan dua PLTM, yaitu PLTM Cikopo 2 di Jawa Barat dengan kapasitas 7,4 MW dan PLTM Tomasa 10 MW di Sulawesi Selatan.

Arkora juga sedang membangun dua PLTM, yaitu PLTM Koro Yaentu berkapasitas 10 MW dan PLTM Kukusan 2 berkapasitas 5,4 MW yang masing-masing diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2024 dan 2025.

“Kami berencana melakukan pengembangan proyek energi terbarukan lainnya seperti solar PV, geothermal, dan waste-to-energy. Proyek-proyek ini konsisten dengan strategi kami untuk meningkatkan kompetensi di berbagai potensi energi terbarukan dalam rangka mencapai portofolio bisnis yang berkelanjutan,” tulis manajemen UNTR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper